Kadivpas :“Saya Diserang itu Mungkin Bos Besarnya Marah’’

Kadivpas :“Saya Diserang itu Mungkin Bos Besarnya Marah’’

Suarindonesia – Selama 7 bulan menjadi Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalimantan Selatan (Kalsel), Asep Syarifudin, akhirnya mendapat tugas baru sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari 7 bulan itu, antara lain 6 bulan dirasakan indah bertugas di banua ini, dan yang sebulan itu katanya dirasakan pahit dan ini cobaan.

“Ya itu satu bulan berakhir pahit, ya saya diserang oleh jaringan narkoba,’’ ungkapnya, kepada awak media, Kamis (10/1).

Asep mengungkapkan soal penyiraman air keras ke wajahnya pada Selasa malam, 20 November 2018, ketika berada di halaman paerkir Café Capung di Jalan S Parman Banjarmasin.

Asep bisa beraktivitas sejak dalam bebebrapa waktu ini setelah dirawat intensif dan menjalani beberapa kali operasi di wajahnya di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

Berdasarkan informasi penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel, kata Asep, penyiraman air keras dipicu pemindahan 9 narapidana narkoba dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin ke Lapas di Jawa Timur.

“Saya diserang kemungkinan bos besarnya marah karena sembilan anak buahnya saya pindah ke Lapas di Jawa Timur,’’ tambahnya.

Dari itu semua bisa jadi komunikasi bandar besarnya jadi terputus hubungan dengan jaringan di Kalsel.

“Itu tadi, jaringannya di antara sembilan tahanan narkoba yang saya pindah,’’ jelasnya lagi.

Makanya, hanya kasus itulah yang mengganggunya selama tujuh bulan menjabat sebagai Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kalsel.

Asep, tak menapik kalau dinatra yang diduga turut serta mantan oknum Polisi, Rmd yang dibebastugaskan karena terlibat kasus narkoba.

Selain Rmd, dia mengatakan ada dua pelaku lainnya yang juga sudah ditangkap.

“katanya sesuai informasi dari orang Polda bahwa Rmd pecatan polisi tersandung kasus narkoba. Termasuk dua pelaku juga tersandung narkoba.

Informasi lainnya menyebut Rmd melakukan penyerangan itu karena diperintah seorang bandar sabu,’’ ungkapnya.

Asep berharap Polisi khusunya  Kalsel segera menuntaskan kasus itu karena jaringan narkoba yang menyiramnya dengan air keras dinilai berbahaya.

Asep mengaku tidak tahu persis peran Rmd, apakah sebagai aktor kunci atau hanya eksekutor lapangan.

Sementara dua tersangka lainnya berperan membeli air keras dan mengendarai motor.

“Peran pelaku yang satunya ini saya tak tahu persis. Diharapkan polisi membuka identitas pelaku eksekutor ataupun yang penyuruh di balik penyiraman air keras kepada saya ini,’’ ujarnya. (ZI)

 

 224 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: