SuarIndonesia – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Polisi Dr H Mohammad Fadil Imran, MSi memberikan penghargaan kepada Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) diterima Diretur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Andi Adnan Syafruddin dan Kasubdit Gagkum, AKBP Jerry, Selasa (20/2/2024).
Pengharagaan diberikan disela Kabaharkam membuka Rakernis Polairud Baharkam Polri Tahun Anggaran 2024 di Batam.
Penghargaan itu atas kerhasilan menggulung komplotan perompak berjumlah 13 pelaku yang menjarah Kapal TB Royal 27 serta menggondol minyak fame kurang lebih 798 kilo liter dengan nilai kerugian mencapai Rp 8,2 miliar lebih.
Sebelumnya Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol M Yassin Kosasih, sempat hadir secara khusus saat konferensi pers bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto pada Jumat (16/2/2024), dan mengapresiasi prestasi pengungkapan perompakan yang ditorehkan jajaran Polda Kalsel.
“Gerak cepat Ditpolairud Polda Kalsel di bawah perintah Kapolda dan arahan Direktur telah menunjukkan kinerja bagus dalam upaya penegakan hukum.
Ini kasus besar perlu penyelidikan dan penyidikan ekstra kerja keras hingga berhasil terungkap cepat,” Kakorpolairud Baharkam Polri.
Sisi lain dari keterangan, Rakernis yang digelar di Batam Pasific Hotel, selama tiga hari dari 19 hingga 22 Februari 2024 mendatang dengan peserta sebanyak 122 yaitu, para Direktur Polairud Polda seluruh Indonesai, Pejabat Utama Korpolairud Baharkam Polri, Pejabat Utama Ditpolair Korpolairud Baharkam.
Pejabat Utama Ditpoludara Korpolairud Baharkam, Kepala Pusdik Polair Lemdiklat Polri, Anjak Madya Korpolairud, perwakilan para Kasubbag, para Kasi, Komandan Kapal Polair dan Pilot Poludara.
Kabaharkam Polri mengatakan tujuan Rakernis Polairud untuk membangun relasi yang dekat dan simbiosis mutualisme antara Baharkam, Korpolairud, dan Ditpolairud Polda interaksi positif terbangun sehingga tercipta efektifitas terbangun agar sesuai visi dan misi bapak Kapolri.
Kabaharkam Polri juga memberikan pembekalan materi kepada para peserta Rakernis Polairud dengan tema “Menjaga Kemanan dan Ketertiban Negara di Gerbang Laut – Udara”
“Realitas dunia yang sudah berubah utamanya Perubahan pada masyarakat, seyogyanya mendorong Polisi untuk adaptif mengikuti dan menerima perubahan sebagai hal baru yang normal.
Secara kualitatif perlu merenung seberapa berkualitas penegakan hukum kita, dan langkah- pencegahan yang telah dilakukan di wilayah Perairan.
Data kualitatif masih terdapat keresahan di masyarakat terkait dengan keamanan dan ketertiban di wilayah laut dan perairan seperti, Pasca pembakaran kapal nelayan cantrang di Kalimantan Barat, Penembakan terhadap nelayan yang diduga melakukan illegal fishing di Konawe Polda Sultra, Bentrokan antar nelayan di Bangkalan dan pasuruan,” ujarnya.
“Kalau melihat ini semua kita bisa evaluasi apa yang kita lakukan sebagai contoh, dalam kasus nelayan bom ikan kita jangan hanya mencari dan menangkap nelayan bom ikan saja, tapi kita harus tau juga siapa penyuplai bubuk mataharinya dan siapa penerima ikannya tersebut.
Kesenjangan tantangan dan realita Polisi masih cenderung bereaksi kurang proporsional dalam penegakan hukum, serta memiliki kecenderungan menyasar kelas bawah, sesungguhnya pelaku sebenarnnya adalah orang – orang yang didorong oleh keserakahan dan memiliki kemampuan dalam menyamarkan tindakan jahat mereka melalui struktur organisasi yang rumit dan menggunakan praktik-paktik yang koruptif itulah yang harus di ungkap,” tegas Komjen Pol Fadil.
Penegakan hukum kita harus berbasis sasaran dan mekanisme yang tepat, maka hasil yang terukur dapat diperoleh sehingga, angka kejahatan ilegal migas, ilegal fishing, TPPO, ilegal mining dan sebagainya berkurang, sehingga kerugian negara dapat diminimalisir dan Aktor yang terpidana bukan dari masyarakat kecil, namun “Mafia-nya”, tegasnya lagi. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















