Suarindonesia – Pada tahun ini capaian investasi di Kalsel cukup jauh dari target. Semua tidak terlepas dari hantaman pandemi covid-19 yang melanda dunia.
Dari Rp12 triliun target hingga triwulan 4 2020 investasi yang masuk tercatat Rp5,9 triliun atau 48 persen.
Berbeda dengan investasi 2019 silam yang justru melebihi target. “Penyebabnya karena pandemi, sebagian investor menunda investasi,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, Selasa (29/12/2020).
Nafarin mencontohkan investasi yang tertunda seperti pembangunan pabrik pupuk di Barito Kuala senilai Rp2 triliun dan pembangunan energi listrik tenaga bayu di Tanah Laut.
“Mudah-mudahan 2021 yang tertunda tersebut dapat terealisasi. Memang tahun ini angkanya agak turun karena pandemi,” bebernya.
Lantas bagaimana strategi promosi tahun depan? Nafarin menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan strategi jemput bola atau door to door menawarkan investasi kepada perusahaan di Jakarta.
“Selain itu melalui forum meeting atau zoom meeting dengan kedutaan besar juga tetap kami laksanakan agar investasi tumbuh sembari berharap pandemi berakhir,” urainya, seraya menambahkan forum investasi juga akan dilaksanakan untuk menggaet calon investor.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















