SuarIndonesia – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat capaian investasi yang cukup tinggi.
Total investasi yang masuk ke Kalsel selama 2022 mencapai Rp 15,29 triliun. Angka tersebut jauh di atas target yang hanya Rp 11,8 triliun.
“Capaiannya melebihi target sekitar 4 triliun. Alhamdulillah ada kenaikan,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mewakili Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Selasa (21/3.2023).
Jumlah tersebut terdiri dari penanam modal asing (PMA) Rp2,98 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 12,31 triliun.
Secara nasional Kalsel berada di urutan 10 dri 34 provinsi untuk PMDN dan peringkat 22 untuk PMA.
“Total proyek investasi 3.106 terdiri dari 329 proyek PMA dan 2.777 proyek PMDN,” katanya.
Dijelaskannya, nilai realisasi investasi PMA didominasi Kabupaten Tanah Bumbu dengan nilai Rp 398,6 miliar, Kabupaten Tabalong Rp 129,1 miliar, dan Kabupaten Balangan Rp 98,0 miliar.
Sektor yang mendominasi pertambangan dengan nilai Rp381,7 miliar, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 225,9 miliar, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp156,5 miliar.
Kemudian, capaian dari PMDN didominasi Kabupaten Tabalong dengan nilai Rp1,98 triliun, Kabupaten Tanah Bumbu Rp 529,9 miliar, dan Kota Banjarmasin Rp447,7 miliar.
Sektor yang mendominasi pertambangan dengan nilai Rp 1,37 triliun, kemudian listrik, gas dan air Rp1,18 triliun, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 368,4 miliar.
“Untuk nilai dan persentase realisasi dari Januari hingga Desember Tahun 2022 berdasarkan negara didominasi dari Singapura, Australia, Hongkong, Malaysia, India, Thailand British Virgin Island dan negara lainnya,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















