HENTIKAN ‘OPEN DUMPING’, Menteri LH : Perlu Strategi Baru di Banjarmasin dan Batola

- Penulis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Hentikan ‘open dumping’ ini tegas disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, Sabtu (15/4/202)  dan ia juga evaluasi kembali  TPA Basirin Banjarmasin.

Sisi lain, perlu strategi baru di Banjarmasin dan Batola.” Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih akan dievaluasi ulang sebelum diputuskan nasibnya ke depan,” ucapnya usai pertemuan dengan dengan Wali Kota Banjarmasin dan Bupati Barito Kuala (Batola).

Menteri menyoroti perlunya strategi baru dalam pengelolaan sampah di Banjarmasin dan Barito Kuala, mengingat volume sampah di Banjarmasin sendiri mencapai 600 ton per hari.

“Kami akan evaluasi ulang karena data awal yang kami terima masih belum lengkap.

Jika ada sel yang masih bisa digunakan, maka harus dipastikan tidak ada lagi praktik open dumping,” ujarnya.

Hanif menekankan penanganan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk peran aktif masyarakat.

“Sampah ini bukan berkah, tetapi tanggung jawab. Biaya pengelolaannya sangat mahal, bisa mencapai Rp300 miliar per tahun.Jadi, strategi terbaik adalah mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” jelasnya.

Ia juga meminta kepala daerah untuk lebih tegas menegakkan regulasi di berbagai kawasan, seperti kampus, pasar, hotel, restoran, dan perumahan, agar mereka mengelola sampahnya sendiri.

“Jika ini diterapkan dengan baik, 15 persen dari total sampah di Banjarmasin bisa terselesaikan tanpa harus masuk ke TPA,” jelasnya.

Selain itu, Menteri LH mengungkapkan adanya peraturan baru yang mewajibkan perusahaan besar seperti PLTU Asam-Asam dan pabrik semen untuk menyerap bahan bakar dari sampah (Refused Derived Fuel/RDF).

“Mereka harus membeli RDF dengan harga 120 persen dari harga batu bara, sehingga ada insentif dalam pengelolaan sampah ini,” ungkapnya.

Hanif juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan dua surat keputusan terkait pengelolaan sampah.

“Surat pertama berupa paksaan pemerintah untuk menghentikan open dumping, bahkan bisa berujung pada penutupan TPA jika tidak ada perbaikan. Surat kedua adalah arahan kepada kepala daerah untuk meningkatkan tata kelola sampah,” ujarnya.

Baca Juga :   MASUK GERBONG ROTASI Empat Kajari di Wilayah Kalsel

Keputusan ini diambil karena pemerintah pusat ingin masalah sampah benar-benar tuntas. “Dari sisi teknologi, tata laksana, paksaan pemerintah, hingga penegakan hukum, semuanya akan diterapkan,” tegas Hanif.

Sejak ditutupnya TPA Basirih pada Februari 2025, pengelolaan sampah di Banjarmasin masih dalam proses transisi.

Dengan adanya evaluasi ulang ini, diharapkan akan ada solusi konkret untuk mengatasi persoalan sampah yang terus menjadi masalah bagi kota tersebut.

Menteri juga meninjau kebersihan dan pengelolaan sampah di pasar tradisional yakni Pasar Pandu  di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Turut dampingi, Walikota Banjarmasin, HM Yamin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezae dan Ketua Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura.

Bahkan meninjau Rumah Pemilahan Sampah Pasar Pandu yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman.

Menteri LH menilai kondisi Pasar Pandu tergolong cukup bersih, Meski demikian, Hanif tetap menekankan pentingnya pengawasan kebersihan tata kelola sampah pasar oleh pemerintah kota setempat.

“Saya sudah sampaikan ke Walikota, masalah sampah di pasar harus selesaikan di pasar, agar tidak membebani pemerintah kota untuk menangani,” kata Hanif.

Kemudian Menteri LH, cek TPA Basirih di Jalan Gubernur Soebardjo, Basirih Selatan, adakan pertemuan serta diskusi.  (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca