HAUL Datuk Kalampayan, Turut Mendo’akan Zuriat yang Tersebar di Kalimantan dan Penjuru Dunia

HAUL Datuk Kalampayan, Turut Mendo’akan Zuriat yang Tersebar di Kalimantan dan Penjuru Dunia

SuarIndonesia – Ribuan jama’ah memadati peringatan haul ke 216 datuk kalampayan atau lebih dikenal Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Sabtu (7/5/2022) bertepatan dengan 6 Syawal 1443 hijriah.

Pelaksanaan di pusatkan di Masjid Tuhfaturragibin, di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamtan Martapura Ulu, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu zuriat, Syekh Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari dari Syekh Muhammad Thaib, alias H Sa’duddin (Datuk Taniran Kandangan), Tuan guru H. Supian Al-Banjari menjelaskan hhul selain bersama sama mendo’akan beliau , juga salah satu tujuannya untuk mempertemukan atau silaturahmi para zuriat datuk kalampayan.

“Dengan haul ini kita dapat mengambil ibrah atau pelajaran orang yang meninggal dengan penuh kebaikan banyak membawa barokah pada orang lain sehingga kita lebih meningkatkan keimanan dan ibadah kepad Allah,” ucapnya.,

Zuriat kedelapan Datuk Kalampayan itu, mengaku ada kebanggaan dengan diangkatnya Datuknya sebagai pahlawan nasional.

“Kita memiliki Datuk yang menjadi tonggak sejarah di Kalimantan dan Kalimantan Selatan khususnya,”

Sedikit cerita Datu Kalampayan ujar H.Supian Al Banjari keturunan ke 8.
Syekh Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari dilahirkan dilokgabang dari pasangan Abdullah Al hindi dan Aminah.

Beliau merupakan salah satu orang yang dikasihi sultan atau raja pada jamannya, sehingga raja menyekolahkan beliau ke tanah suci kurang lebih 35 tahun,

Supain menambahkan, semasa di tanah suci Datuk Kalampayan sempat berguru dengan Wali AllahTa’ala yakni Saiduna Syekh Maulana Muhammad bin Abdul Karim Semman Al Madani, dalam bidang tasauf.

Sepulang dari kota suci, ujar Supian, Datuk Kalampayan sempat mampir di Jakarta selama kurang lebih 60 hari, dan sempat membentulkan 3 arah kiblat masjid yang ada di Jakarta diantaranya Masjid Pakijon dan Masjid Jembatan Lima.

Kemudian beliau pulang ke banjar dengan menaiki kapal Belanda, dan di dalam kapal tersebut, orang Belanda sempat menanyakn kepada Datuk Kalampayan.

“Wahai pa tuan haji berapa kedalaman air laut ini, beliaupun menjawab kedalaman air laut ini 200 meter,”.

Setelah diukur oleh orang orang Belanda ternyata memang betul kedalaman air laut 200 meter.

Orang Belanda kembali bertanya, “dari mana engkau tau wahai tuan haji, beliau kembali menjawab dengan ilmiah meski beliau diberikan kasyab (kelebihan yang diberikan oleh Allah), kata beliau dilihat dari warna lautan ini”.

Zuriat Datuk Kalampayan bukan hanya tersebar di Kalimantan namun juga di penjuru dunia,

“Yang paling mashur dan kita sempat berada di jamannya yakni Al Alimul Al Alamah Syekh Maulana Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni sekumpul,”

Sedangkan kitab beliau yang sangat terkenal yakni Sabilal Muhtadin yang di nobatkan menjadi Mesjid Raya Sabilal Muhtadin.

Berkat wali Allah, semoga keimanan kita bertambah dan semua apa yang dihajatkan dikabulkan Allah SWT. (HM)

 166 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!