SuarIndonesia — Sarang tawon vespa di permukiman warga menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tersendiri yang harus segera ditangani.
Bukan tanpa alasan, Anggota Tim Animal Rescue Kota Banjarmasin, Hanafi mengatakan, tawon merupakan salah satu jenis serangga penyengat yang bisa membahayakan bagi warga.
Sehingga, keberadaan bsarang tawon di tengah permukiman perlu segera dievakuasi untuk dipindahkan ke wilayah yang tak mengganggu manusia.
Ia menjelaskan, biasanya tawon dengan nama latin Vespa Affinis tersebut melakukan migrasi atau berpindah dari habitat asalnya ketika memasuki musim pancaroba.
Misalnya perpindahan dari musim kemarau (panas) ke musim penghujan.
“Biasanya tawon akan bermigrasi untuk membuat sarang baru dari kulit kayu dan tanah di tempat yang lebih teduh untuk terhindar dari derasnya air hujan,” jelasnya saat ditemui awak media, Kamis (17/02/2022).
Di saat itu serangga penyengat yang biasa diebut dengan nama Tabuan oleh masyarakat Banjar itu sifatnya akan lebih agresif dan akan membahayakan bagi manusia.
“Karena mencari tempat yabg teduh, biasanya mereka (tawon) itu migrasi dari hutan rawa ke pohon yang rindang atau ke rumah warga yang berdekatan dengan sarang pertamanya,” ujarnya.
“Makanya perlu diwaspadai. Karena apa qpun yang mereka lihat yang bukan dari koloninya maka itu dianggapnya ancaman,” tambahnya.

Benar saja, menurut Hanafi, sengatan tawon vespa ini termasuk yang berbahaya. Karena ketika satu ekor saja menyengat, maka ratusan tawon lain pasti akan mengikutinya.
Hal itu dikarenakan cairan yang dikeluarkan oleh sengatan tawon pertama itu mengeluarkan bau sebagai penanda untuk tawon lain, bahwa itu adalah ancaman.
“Dari bau itulah tawon lain tahu kalau manusia yang disengat itu adalah yang mengganggu kehidupannya,” pungkasnya.
Seperti yang dilakukan Tim Animal Rescue Kota Banjarmasin belum lama tadi. Ia menceritakan, pada Senin (14/2/2022) yang lalu, pihaknya mendapat laporan warga yang meminta untuk membersihkan sekaligus mengevakuasi sarang tawon yang ada di loteng rumahnya.
“Kebetulan laporannya masuk malam hari. Jadi tim langsung berangkat ke rumah pelapor yang ada di kawasan Kayutangi,” tuturnya.
Dalam proses evakuasi, Tim Animal Rescue Kota Banjarmasin tidak menemui kendala yang berarti. Pasalnya letak sarang tawon itu menempel di pagar kawat yang ada di lantai dua rumah pelapor.
“Waktu sampai di lokasi, kita langsung menganalisa medan untuk melakukan pembiusan pakai asap khusus serangga. Lima menit setelah pembiusan langsung kita masukkan karung,” ucapnya.
“Untungnya proses evakuasi malam hari jadi tawon pekerja yang biasanya menyengat manusia yang dianggapnya ancaman itu semuanya ada di dalam sarang. Jadi tidak perlu pakai baju khusus lebah,” jelasnya.
Meski saat ini sudah memasuki musim penghujan, bukan tidak mungkin masih ada sarang tawon yang lain di permukiman warga.
“Memang kalau musim hujan seperti sekarang laporan yang masuk tidak sebanyak waktu pergantian musim. Paling satu kali dalam dua minggu,” tukasnya.
“Misalnya masih musim migrasi, kami banyak menerima laporan warga. Bahkan ada yang setiap malam kami harus membersihkan sarang tawon. Paling sedikit tiga sampai empat kali dalam seminggu,” tambahnya lagi.
Untuk itu, Hanafi mengimbau, jika melihat ada tawon yang bersarang di rumah warga sesegeranya melaporkan ke pihak yang bisa menanganinya.
Hal itu dikarenakan untuk menghindari sengatan tawon yang membuat kulit kita bengkak, bahkan bisa membuat manusia demam akibat racun yabg disuntikan lewat sengatannya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















