Suarindonesia – Terakhir kali pergantian jembatan ini dilaksanakan pada tahun 1990 an. Cukup lama digunakan, wajar saja sebagian fisif jembatan itu keropos.
Hal ini diakui Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah, Senin (8/7).
Menurut Syahril, berdasarkan kajian dan pemetaan maka jembatan tersebut perlu dilalukan pergantian.
Itu tak lain Jembatan Sungai Bamban, Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari Tanah Laut merupakan akses utama pengendara yang menuju ke Kota Pelaihari dari arah Bati-bati ataupun sebaliknya.
Jembatan yang terletak di Jalan A Yani tak jauh dari pintu gerbang Gunung Keramaian ini sudah digunakan hampir 20 tahun lamanya.
Syahril menyebut proses lelang paket pekerjaan dengan nilai Rp5,8 miliar tersebut sudah selesai, sehingga tinggal menunggu pelaksanaan fisik dari penyedia jasa PT Nur Ikhsan – Adhia, KSO.
“Proses pekerjaan sesuai kontrak memerlukan waktu selama 240 hari kalender, kontrak mulai 11 April 2019 sampai dengan 6 Desember 2019,” jelas pria yang akrab disapa Khairil ini.
Khairil menerangkan, jembatan itu dibangun dengan bentang tengah 25,6 meter dan lebar 8 meter.
“Jenis konstruksinya gelagar beton pra cetak, kelas A atau daya dukung beban maksimal 10 ton,” bebernya.
Ditambahkannya, selama proses pengerjaan jembatan tersebut ditutup total. Pihaknya sudah menyiapkan jembatan darurat dengan menyewa lahan harga tepat di sampimg jembatan eksisting.
Jembatan tersebut rencananya ditutup mulai tanggal 15 Juli 2019 sampai pekerjaan selesai.
“Dimohon kepada pengendara dan warga memahami kondisi yang ada karena untuk perbaikan, kondisi jembatan yang ada sudah kritis dan harus diganti.
Arus lalu lintas sementara melewati jembatan darurat, dan pasti ada sedikit kemacetan, jadi kami harapkan pengertian pengendara,” himbaunya.
Sementara, Isna, salah satu warga Tambang Ulang yang sering melintas jembatan itu mengaku belum tahu mengapa jembatan diperbaiki.
“Jujur, secara fisik nampak baik-baik saja. Meski info beredar ada retak di bawah jembatan.
Sejauh ini, dalam proses perbaikan lalu lintas saya sebagai pengguna jalan masih lancar saja, belum ada kendala.
Jalan baru atau jenbatan baru juga belum dilintasi. Saya masih menggunakan jalan yang normal. Saya sih setuju saja dari pada membahayakan pengedara kalau tak diperbaiki,” kata dia.
Isna berharap jika ada perbaikan dan harus lewatjembatan darurat, maka disediakan air untuk membasahi jalan di jembatan darurat yang berdebu. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















