Harmoni Perbedaan Dirajut Kembali, Kokohkan Keamanan dan Persaudaraan di Kalsel

Harmoni Perbedaan Dirajut Kembali, Kokohkan Keamanan dan Persaudaraan di Kalsel

Suarindonesia – Jangan terpecah, kokohkan keamanan, dan rajut kembali tali persaudaraan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Itulah inti dari deklarasi dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kalsel, yang diselenggarakan Polda Kalsel,  di Gedung Chandra di Jalan Belitung Banjarmasin, Selasa (30/4).

Hadir semua tokoh Banua dan deklrasi secara bersama dipimpin Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Baik tokoh agama, organisasi keagamanan, organisasi kemasyarakatan, tokoh politik, budayawan, lintas agama, unsur pemerintahan, TNI dan Polri secara bersama ucapkan deklari itu,

Semua ingin menjaga Banua Kalsel, aman dan tentram usai pemilihan umum (Pemilu) 2019.

“Saya salut dan ucap terimakasih semua penyelengara pemilu, terutama aparat keamanan, baik TNI-Polri, pemerintahan, hingga semua bisa berjalan aman dan lancar,’ kata Prof MP Lambut, salah satu tokoh budayan Kalsel ini, disela kegiatan.

Dirinya bangga, karena dari 17 ribu pulau di Indonesia tak pecah atau masyakatnya kokoh bersatu.

“Kita berharap kepada masyarakat sama-sama menjaga situasi keamanan, ketertiban hingga penetapan hasil  pemilu dari KPU,” ujar Prof MP Lambut, yang sudah banyak menulis karya ilmiah dan berbagai macam buku.

Diantara karyanya adalah Tantamau (bagian I dan II) dan penyusun mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) pertama di Unlam (dulunya sekarang ULM).

Sementara Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani mengatakan, perbedaan selama ini sama-sama disikapi secara arif, dan ajak dari harmoni perbedaan itu dirajut kembali.

Ia meyakini, perwakilan masyarakat yang ikut dalam deklarasi dapat menjadi role model perdamaian di lingkungan masyarakat.

Sisi lain, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengajak seluruh masyarakat terus menjaga perdamaian pasca pemilu berlangsung.

“Saya imbau jangan mudah termakan hoax yang bisa memecah belah tali persaudaraan kita.

Mari kita tunggu hasil resmi 22 Mei mendatang. Siapapun pemimpin yang terpilih, itulah kemenangan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kalsel, Mirhan, mengatakan, kegiatan deklarasi untuk terus menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat banua.

“Banyak pro dan kontra yang mempengaruhi masyarakat, maka dari itu masi kita bersama-sama menjaga perdamaian, menunggu hasil resmi dari KPU,” katanya. (ZI)

 

 325 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: