HAMPIR 80% Pasien Covid-19 Tanpa Keluhan, Update 686 Positif, 55 Meninggal, dan 30 Sembuh

HAMPIR 80% Pasien Covid-19 Tanpa Keluhan, Update 686 Positif, 55 Meninggal, dan 30 Sembuh
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto mengatakan pasien positif corona dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

SuarIndonesia – Juru Bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto menyebut hampir 80 persen pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia menunjukkan gejala ringan atau tanpa keluhan, hingga sedang.

“Ini sebenarnya adalah hampir 80 persen dari kasus positif yang ada, secara statistik berada dalam keluhan posisi gejala yang ringan atau ringan sampai sedang,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa (24/3), dikutip dari CNNIndonesia.

Ia menjelaskan pasien positif covid-19 dengan gejala ringan sebenarnya bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal itu, kata dia, juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dengan isolasi mandiri, tidak semua kasus positif harus dirawat di rumah sakit.

“Ini yang kita dorong, supaya tidak semua kasus positif menjadi beban layanaan rumah sakit,” ucap dia.

Ia mengatakan pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien yang tidak mungkin melaksanakan isolasi mandiri di rumah, atau pasien yang diyakini memerlukan layanan monitoring yang lebih intensif dari tim kesehatan.

“Misalnya pada keluhan yang sedang atau dengan komorbid yang menyertai. Ini yang membutuhkan layanan rumah sakit dengan pengawasan yang ketat,” ucap dia.

Hingga Selasa (24/3), pemerintah pusat mengumumkan ada 686 orang positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 55 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh.

Pemerintah pun menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien covid-19. RS darurat tersebut telah beroperasi sejak Senin (23/3) lalu.

“Keberadaan rumah sakit Wisma Atlet ini sebenarnya ditujukan adalah sebagai barrier awal sebelum atau barier awal untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan yang kita ketahui bersama, ada rumah sakit sulianti satoso, ada rumah sakit persahabatan dan sebagainya,” kata Yuri.(RA)

 329 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: