SuarIndonesia — Seorang haji Debarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah H Kasrun Sahidin Abdullah yang berusia 101 tahun menyatakan sangat bahagia kembali ke tanah air setelah melaksanakan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Haji tertua dari Debarkasi Banjarmasin yang tergabung pada Kloter 17 tersebut telah pulang dari Arab Saudi hari Minggu (28/6/2026). Dia berangkat haji ditemani sang anak Sarmidin Kasrun Sahidin dari Kabupaten Barito Kuala.
Sarmidin di Batola, Senin (29/6/202^), mengungkapkan kesempatan mendampingi sang ayah yang lahir pada tahun 1924 tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya hingga akhirnya pulang ke tanah air dengan selamat. “Bapak sangat bahagia,” ujarnya.
Meski harus menghadapi berbagai tantangan karena usia lanjut, katanya, seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar berkat pertolongan Allah SWT dan dukungan dari banyak pihak.
“Banyak orang baik yang membantu ayah saya sejak awal keberangkatan dari Indonesia, selama berada di Makkah dan Madinah, hingga kami kembali ke tanah air. Mulai dari petugas kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah, sampai sesama jamaah, semuanya sangat perhatian. Kami benar-benar tidak pernah sendirian. Bantuan yang diberikan bukan hanya sekali dua kali, tetapi hampir di setiap kesempatan ketika ayah memerlukan pertolongan,” ujarnya.
Ia mengatakan semua kebutuhan ayah selalu diperhatikan. Mulai dari proses pelaksanaan ibadah, pemeriksaan kesehatan, sampai kebutuhan pribadi seperti popok dewasa, makanan yang sesuai dengan kondisi beliau, bahkan ketika membutuhkan bantuan untuk berpindah tempat.
“Petugas selalu sigap menanyakan kondisi ayah dan menawarkan bantuan tanpa kami harus meminta terlebih dahulu. Hal seperti itu, sangat menyentuh hati kami,” tuturnya.
Sarmidin menjelaskan kondisi fisik sang ayah sebenarnya masih cukup baik untuk ukuran usianya yang telah menginjak satu abad lebih. Hanya saja, pengapuran pada lutut membuat ayahnya tidak mampu berjalan dalam jarak yang cukup jauh, sehingga harus pakai kursi roda.
“Alhamdulillah, untuk mandi, makan, berwudu, berpakaian, dan aktivitas ringan lainnya beliau masih bisa melakukannya sendiri. Yang menjadi kendala hanya saat harus berjalan cukup jauh. Kalau menuju bus atau lokasi yang cukup jauh, biasanya saya gendong supaya lebih cepat. Saya tidak ingin jamaah lain menunggu terlalu lama karena kondisi ayah. Itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anak,” ujarnya.
Meski harus menggendong sang ayah di beberapa kesempatan, Sarmidin mengaku tidak pernah merasa terbebani. Sebaliknya, ia justru menganggap momen tersebut sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang mungkin hanya datang sekali dalam hidupnya.
“Saya merasa ini adalah kesempatan yang Allah berikan untuk berbakti kepada ayah. Selama perjalanan haji, rasa lelah itu seperti hilang ketika melihat ayah tetap bersemangat menjalankan ibadah. Apalagi, beliau sudah menunggu kesempatan berhaji selama bertahun-tahun. Bisa mendampingi beliau sampai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah merupakan kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun,” kata Sarmidin, melansir dari AntaraKalsel.
Hingga kini, proses kepulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin sudah sebanyak 17 Kloter atau sebanyak 6.089 orang.
Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan sebanyak 19 Kloter, yakni 14 kloter dari Kalsel dan lima Kloter dari Kalteng atau sebanyak 6.804 orang.
Kepulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dimulai sejak 4 Juni 2026, tiba di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin dijadwalkan hingga 1 Juli 2026. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















