FASE PURNAMA Bikin Sejumlah Kawasan Kembali Terendam

- Penulis

Selasa, 1 Juni 2021 - 00:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Luapan air kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Banjarmasin. Dari pantauan di lapangan, kondisi tersebut terjadi lantaran meningginya permukaan air sungai akibat fase bulan purnama.

Hal itu diakui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi. Bahkan ia menjelaskan bahwa dari aspal, ketinggian luapan air mencapai 20 sampai 30 centimeter.

Menurutnya, kondisi terjadinya luapan air itu sebelumnya juga sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Untuk Kota Banjarmasin, kemungkinan puncaknya hari ini (kemarin),” ucapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (31/5/2021).

Kendati demikian, ia menegaskan, bahwa luapan air yang terjadi kali ini berbeda pada saat awal tahun atau Januari tadi. Menurutnya, awal tahun tadi, luapan air disertai hujan dengan curah tinggi di daerah hulu.

“Yang kemudian berimbas ke Sungai Martapura, menyasar ke Kota Banjarmasin. Kemudian, luapan air hingga menyebabkan banjir di awal tahun tadi juga di luar kebiasaan,” jelasnya.

Namun bila melihat kondisi yang terjadi saat ini, ia meyakini bahwa luapan air yang terjadi masih masih dalam kondisi wajar. Alias murni diakibatkan air pasang saja. Dan walaupun berdampak, hanya sesaat saja.

“Misalnya, air pasang sore atau siang, malam akan surut,” tambahnya.

Meski demikian, Doyo mengakui, sedikit banyaknya luapan air juga berdampak pada aktivitas dan kenyamanan warga sehari-hari. Sehingga pihaknya pun perlu mengantisipasinya.

“Yakni, dengan terus menggerakkan 50 sampai 60 orang pasukan turbo. Bekerja rutin setiap hari. Pagi dan sore hari. Titiknya, di lokasi seluruh sungai yang ada di Kota Banjarmasin,” bebernya.

Baca Juga :   DIBAHAS DPRD Balangan Perubahan APBD 2026

“Termasuk bila ada keluhan-keluhan masyarakat, itu yang kami utamakan. Misalnya, pembersihan, sungai-sungai, hingga drainase yang mampet,” tambahnya.

Ditanya titik mana saja yang rawan tergenang, Doyo menyebut di kawasan Kecamatan Banjarmasin Tengah, yakni Zafri Zam-zam. Kemudian, di sepanjang kawasan permukiman yang bersinggungan langsung dengan Sungai Martapura.

“Termasuk di kawasan Banjarmasin Selatan. Tapi, air pasang ini kami pastikan tidak berlangsung berpekan-pekan. Kami hanya khawatir bila berbarengan dengan hujan saja. Termasuk misalnya awal musim penghujan. Tidak perlu khawatir, tapi tetap waspada,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan PR jangka panjang terkait penanganan banjir?

Tetkait hal itu, Doyo menjanjikan bahwa pihaknya akan melakukan langkah yang lebih massif. Sesuai dengan ketersediaan anggaran di dinasnya.

“Yakni, pembenahan Sungai Veteran dan di sungai Ahmad Yani. Dua sungai ini pun akan memakan waktu dan biaya. Tapi, kami sudah melakukan pendataan. Termasuk merencanakan pembebasan lahan di samping melakukan pengerukan atau pembersihan,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca