EMAK-EMAK Balap Perahu Ketinting, Bikin Adrenalin Terpacu

- Penulis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Para emak-emak (ibu rumah tangga) di tengah gemuruh mesin perahu 500 cc dan deru air, aksi balap perahu Ketinting

seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mencuri perhatian netizen lewat konten-konten ‘balap ketinting’.

Mega Anggraini, yang akrab disapa Mama Racing ini memiliki hobi pembalap menggunakan perahu Ketinting.

Awalnya, Mega memang suka bermain motor balap. Sementara suaminya, Muhammad Saripudin atau yang akrab disapa ‘Papung’ hobi mengutak-atik perahu ketinting.

Kemudian dia jadi tertarik untuk mencoba balapan menggunakan perahu tersebut.

“Dulu suami yang suka nyetting perahu, dia suka bikin-bikin perahu.  Nah karena badannya keberatan, aku bilang biar aku aja yang jadi joki,” ujarnya.

“Balap di air itu beda, lebih laju, lebih menantang. Mesin 500 cc-nya bikin adrenalin terpacu,” ucapnya lagi.

Bersama Papung, Mega membagikan konten-konten balap ketintingnya ke media sosial. Mega mengatakan bahwa selama ini suaminya lah yang menjadi kameramen.

“Suami yang ngerekam, ngejar aku pakai ketinting lain. Harus imbang kecepatannya, soalnya kalau nggak cepat, nggak kekejar,” ungkap Mega.

Konten-konten tersebut diunggah di akun Instagramnya, @mega_rustan.

Terlihat di media sosialnya, Mega unjuk kebolehan menarik gas perahu dengan laju di tengah luasnya sungai Lamandau. Mama Racing si hobi balap perahu ketinting. Foto: dok Instagram @mega_rustan

Harapan Besar untuk Balap Ketinting Mega memiliki mimpi untuk menjadi seorang atlet olahraga air.

Ia biasanya berlatih dan membuat konten di sore hari, saat sungai lebih tenang dan aman.

Kini ia tengah bersiap untuk ikut turnamen balap ketinting yang rencananya digelar pada Agustus 2025 di Kotawaringin Lama. “Insya Allah, ini turnamen besar, open untuk peserta dari mana saja,” ujarnya.

Baca Juga :   KAPOLDA Kawal Penanganan Karhutla di Kotim

Mega punya harapan besar untuk olahraga air ini agar dikenal masyarakat lebih luas. “Harapannya, ketinting dari Kalimantan ini bisa dikenal, nggak cuma di sini, tapi sampai luar pulau.

Thailand kan terkenal dengan perahu balapnya, kenapa Indonesia nggak?,” katanya penuh semangat.

Meskipun belum mendapat perhatian dari pemerintah. Ia berharap balap ketinting mendapat tempat di hati masyarakat, seperti halnya balap mobil atau motor di darat.

Menurutnya, Kalimantan dengan sungai-sungai besar seperti Sungai Lamandau, menjadi area yang ideal untuk balap ketinting. “Sungai di sini besar, bersih dan cocok untuk balapan,” terangnya.

Balap ketinting bukan sekadar soal kecepatan. Menurut Mega, keseimbangan adalah kunci. “Gas di kanan, kemudi di kiri.

Kalau lengah sedikit, bisa melayang atau kebalik. Hentakan mesinnya kuat, tangan harus kuat pegang kemudi,” ungkapnya dikutip Detik.com.

Perahu ketinting memiliki spesifikasi yang berbeda dengan perahu tradisional. Ketinting mulanya memang dirancang untuk kecepatan tinggi. Ia memiliki bodi, mesin, dan kipas balap khusus yang membuatnya dapat melesat laju di air.

Mama Racing bukan hanya menjadi inspirasi bagi ibu-ibu di Kalimantan, tetapi juga simbol bahwa tak ada batasan untuk mengejar passion, bahkan di lintasan air yang penuh tantangan.”Namanya juga emak-emak, tenaganya harus kuat,” ucapnya sambil tertawa. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting
DIGUYUR HUJAN, Hotspot Karhutla Kobar Merosot jadi 22 Titik
BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla
TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18