Dua Penyebab Produk Lokal Sulit Masuk Ritel Modern

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2019 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Perwakilan PT. Sumber Alfaria Trijaya Banjarmasin (Alfamart) Hj Yusrina menegaskan, ada dua hal yang membuat produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dapat dipasarkan oleh Ritel Modern.

Dua hal tersebut yakni, kurang menariknya kemasan dan tidak adanya izin edar dari instansi terkait. Untuk itulah pihaknya mengingatkan pelaku UMKM di Provinsi Kalsel, agar bisa memperhatikan dua hal tersebut sebelum berencana memasarkan produknya melalui ritel modern.

“Kemasannya harus menarik dan izin edarnya harus lengkap. Itu sudah merupakan syarat wajib jika UMKM ingin memasarkan produknya melalui outlet Alfamart,” tegasnya saat menjadi pembicara pada even Sosialisasi Program Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel dengan tema “Naik Kelas UMKMnya, Maju Ekonomi Banua” yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel, Sabtu (13/07/2019) di Aula Kantor Pusat Bank Kalsel.

Apalagi jika produk UMKM yang ingin dipasarkan di ritel modern tadi sudah mengantongi label Halal hingga mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian setempat. Maka tentu akan lebih mudah diterima oleh Alfamart.

“Jika bisa mendapatkan rekomendasi tersebut maka kami bisa mengusahakan pemajangan produk di etalase Alfamart tanpa dipungut biaya. Namun kalau tidak bisa dianggap produk biasa pada umumnya dengan biaya administrasi mencapai Rp3,3 juta,” ungkapnya.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Budi Santoso menambahkan, hingga Tahun 2019 ada kurang lebih 200 outlet Alfamart yang tersebar di wilayah Kalsel dan Kalteng. Dengan jumlah outlet yang sebanyak itu maka tentu akan sangat potensial bagi pelaku UMKM lokal di Banua untuk mengembangkan pasar produknya.

“Kami sangat terbuka untuk bekerjasama selama produk yang ditawarkan lengkap segala persyaratan yang kami minta. Untuk jumlah kuantitas produk yang dipasarkan jangan khawatir, karena bisa dimulai dengan beberapa outlet terlebih dahulu,” tuturnya yang didampingi Budi.

Baca Juga :   KEPERGOK Ingin Curi Helm Dikejar Warga Berakhir Terjun ke Sungai Martapura

Ada pun sedikit tips bagi UMKM lokal yang ingin menjual produk olahannya melalui Alfamart. Saran dia olahlah produk makanan dan minuman kemasan saja, karena perputaran barangnya cukup tinggi di outlet Alfamart.

“Kalau barang Handycraft itu lambat laku. Lebih baik buat produk makanan dan minuman kemasan saja, karena dua produk itu sangat laku dan perputaran barangnya cukup cepat di pasaran,” bebernya.

Dilain pihak, Sekretaris FWE Kalsel Arief Rahman mengapresiasi materi yang diberikan oleh Alfamart tentang bagaimana caranya agar produk lokal bisa masuk ritel modern. Ia pun berharap agar para peserta bisa menerapkan berbagai tips yang diberikan untuk meningkatkan kualitas produk yang bisa dijualnya agar mendapatkan kesempatan dijual di pasar modern.

“Saya berharap ke depannya instansi terkait bisa ikut membina secara intens produk UMKM lokal kita agar lebih banyak yang bisa masuk ke ritel modern. Karena jika mereka tidak dibantu dan dibiarkan sendiri, kuantitasnya yang bisa masuk Ritel Modern akan sulit berkembang,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, Sosialisasi Program Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel dengan tema “Naik Kelas UMKMnya, Maju Ekonomi Banua” disponsori oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Banjarmasin (Alfamart), Bank Kalsel dan PT Pertamina. Kegiatan sendiri dihadiri oleb 120 UMKM di Banua dengan bermacam bidang usaha.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan
32 KORBAN KMP Virgo Transport 8 Proses Identifikasi Tim DVI Polda Kalsel
LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat
PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih
KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca