SuarIndonesia – Dua notaris selaku Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), yang berbeda kota yakni Notaris Siswa Ananda Tenardi dui Banjarmasin dan Notaris Wahyudi di Surabaya, keduanya mengakui bahwa pernah menyelesaikan pembelian tanah atas nama Lian Silas di Banjarmasin dan tanah di Surabaya atas nama Marisa Pratama.
Menurut Ternadi, jual beli lahan di Banjarmasin tersebut letaknya di Kertak Baru Ulu Banjarmasin yang nilainya Rp 10 Miliar, sebagai penjualnya adalah Satria Gunawan dan pembelinya terdakwa.
Sementara tanah dan bangunan di Surabaya penjualnya Titus Kurnian dan pembelinya Marisa Pratama anak dari terdakwa.
Kedua kesaksian ini diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada sidang lanjutan perkara pencucian uang dengan terdakwa Lian Silas orang tua dari gembong narkotika Freddy Pratama, di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa (20/2/2024) dengan majelis hakim yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak.
Menurut Wahyudi yang dilakukan secara virtual, nilai pembelian tanah dan bangunan di Surabaya tersebut Rp 1,350.000.000.
Sementara di Banjarmasin selain pembelian tanah, juga menurut Tenardi, juga ada pembelian ruko yang nilai Rp 1,5 M juga terletak di Jalan Kertak Baru Banjarmasin.
Selain kedua saksi dari notaris tersebut JPU juga menghadirkan saksi dari Muarateweh yang merupakan mantan karyawan Hotel Armani yang dikelola oleh terdakwa.
Seperti diketahui, terdakwa diancam dengan pasal berlapis. Terdapat tidak kurang tujuh pasal tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Menurut dakwaan barang yang disita dari terdakwa berupa ahrta benda tidak bergerak maupun bergeralk dengan nilai fantastis diangka keseluruhan mencapai Rp 1 triliun.
Dari dakwaan, uang yang diterima terdakwa untuk membeli aset aset tersebut diduga kuat berasal dari anaknya Freddy Pratama, melalui bank bank swasta maupun bank bank plat merah.
Uang kiriman tersebut diduga hasil dari perdagangan narkoba yang dilakukan anak terdakwa Freddy Pratama. (HD)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















