DPRD Kalsel Beri Target Replanting Sawit 2.500 Ha Harus Selesai 2020

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2020 - 17:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Komisi II DPRD Kalsel menargetkan peningkatan replanting atau peremajaan kelapa sawit untuk meningkatkan produksi kelapa sawit di wilayah Kalsel.

“Kita menargetkan penyelesaian replanting yang dialokasikan seluas 2.500 hektare pada tahun 2020,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Menurut Imam, replanting ini tidak dibiayai oleh APBD atau APBN, namun oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan.

“Tahun 2019 lalu, dari target 4.700 hektare hingga 4.500 hektare tidak tercapai. Kan ini sayang jika tidak digunakan,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Hal ini dikarenakan kabupaten tidak bergerak untuk memberikan pendampingan dari APBD setempat, terutama untuk pengusulan kelompok tani yang akan mendapatkan rekomendasi teknis (rekomtek).

“Jadi ada human error, sehingga alokasi yang ada tidak bisa dimanfaatkan secara optimal. Ini diharapkan tidak terjadi pada tahun ini,” tegas Imam.

Untuk itu, Komisi II akan melakukan pemantauan agar alokasi replanting sawit tahun ini bisa dimanfaatkan sepenuhnya, terutama rekomtek untuk usulan peremajaan kelapa sawit, yang dilakukan di Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Anggarannya diserahkan kepada kelompok tani langsung untuk melakukan peremajaan kelapa sawit,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Imam mengakui, peremajaan kelapa sawit ini tidak tergantung umur, namun diperlukan untuk menggantikan bibit sawit petani, yang kualitas benihnya meragukan dan produksinya tidak terjamin.

“Ini kan merugikan petani, sehingga mereka perlu meremajakan kebun sawitnya dengan benih yang bersertifikasi, karena di lapangan banyak tanaman sawit yang memprihatinkan dengan bibit `aspal’,” tambah Imam.

Diakui, bibit ‘aspal’ adalah bibit yang tidak dikeluarkan balai benih dan dijual dengan harga murah. Padahal dewan menginginkan adanya pemurnian benih sawit agar produksinya tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Hj Suparmi mengakui, peremajaan kelapa sawit pada 2020 dialokasi seluas 3.200 hektare dan kini masih dalam proses rekomendasi teknis.

“Kita hanya merekomendasikan, dan proses verifikasi dilakukan BPBPPKS, termasuk transfer langsung ke kelompok tani. Jadi memang tingkat verifikasi tinggi,” jelas Suparmi. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru