SuarIndonesia – Penjabat Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, memaparkan komitmen kuat jajarannya untuk meningkatkan Monitoring Center for Prevention (MCP) hingga skor 90.
“Kita perlu lebih bekerja keras lagi sehingga target skor 90 bisa tercapai. Kerja keras ini perlu ditingkatkan melalui kerjasama semua SKPD bersama instansi terkait,” ujar Roy, di sela rapat pencegahan korupsi di lingkungan Pemprov Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (20/4/2021).
Dikatakannya, nilai MCP mencerminkan keseriusan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan tata kelola yang baik dan bersih. Roy menyebut terdapat 8 area MCP yang dilakukan.
Yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan (pelayanan terpadu satu pintu), peningkatan aparat pengawasan intern pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola dana desa.
Sementara itu, Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Edi Suryanto, memastikan pihaknya mendorong peningkatan tata kelola pemerintah daerah untuk pencegahan korupsi di daerah.
Edy menilai, beberapa kasus tindak pidana korupsi yang terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai aturan yang berlaku.
Disampaikannya, skor capaian MCP Pemprov Kalsel saat ini berjumlah 78. Dirinya berharap dengan rakor ini dapat mencegah korupsi sejak dini.
Ia menambahtakan, yang paling penting adalah implementasi bukan hanya sekedar dokumen.
“MCP menjadi tolak ukur keseriusan pemerintah daerah dalam upaya mencegah tindak korupsi sejak dini dan yang paling penting adalah implementasinya,” ingatnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















