DITARGET 3.500 Hektare Peremajaan Sawit Rakyat Kalsel

DITARGET 3.500 Hektare Peremajaan Sawit Rakyat Kalsel

Suarindonesia – Penanaman sawit sebagai bentuk simbolis pelaksanaan peremajaan sawit rakyat (PSR), dilaksanakan Senin (12/4/2021), di Batibari, Tanah Laut.

Target PSR di Kalsel pada tahun 2018 sampai dengan 2020 adalah 10.517 hektare, sedangkan target PSR di tahun 2021 sendiri adalah 3.500 hektare yang terbagi di 5 kabupaten.

1.000 hektare di Kabupaten Banjar, 500 hektare di Kabupaten Kotabaru, 1.000 hektare di Kabupaten Tanah Bumbu, 500 hektare di Kabupaten Tanah Laut, dan 500 hektare di Kabupaten Batola.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi, menyampaikan tujuan dari program ini sendiri pada intinya adalah membantu petani sawit rakyat.

“Tujuan dari program PSR ini adalah membantu petani sawit rakyat. Memperbarui perkebunan kelapa sawit dengan kelapa sawit yang berkualitas dan berkelanjutan, serta meningkatkan produksi dan produktifitas kelapa sawit” ucap Suparmi dalam sambutannya pada

Sementara itu, Pejabat Gubernur Kalsel, Safrizal, menambahkan apabila angka pendaftar program PSR di Kalsel melebihi target, Pemprov Kalsel akan mengajukan kembali kepada Kementrian Pertanian.

“Saya kira kalau sudah diumumkan seperti ini, besok antriannya akan mulai panjang. Apabila melebihi dari 3.500 hektar, nanti akan kita data dan kita ajukan ke Kementrian Pertanian agar disetujui tambahannya,” paparnya.

Di sisi lain, Dirjen Perkebunan yang diwakili  Agus Hartono yang juga Ketua Tim PSR, mengatakan sumber dana dari program PSR ini sendiri adalah dari hasil pungutan ekspor yang dikelola oleh BPDB.

“Sumber dana dari program ini adalah dana dari pungutan ekspor yang di sub kelolakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan yang bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian” ucap Agus.

Selanjutnya, Agus juga menyampaikan 3 sasaran PSR atau replanting sawit.

“Ada 3 sasaran PSR atau replanting, yaitu kelapa sawit yang berumur diatas 25 tahun, yang kedua produksinya kurang dari 10 hektar per tahun, dan yang ketiga adalah benih yang tidak bersertifikat” ucapnya dalam sambutannya mewakili Dirjen Perkebunan.(RW)

 1,106 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: