SuarIndonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi sorotan. Anggota DPRD, H. Gusti Iskandar, menilai pelaksanaan program tersebut tidak sesuai dengan pagu anggaran serta menyimpang dari sasaran penerima manfaat.
Menurut H. Gusti Iskandar, berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah dan nilai bantuan yang diterima anak sekolah sebagai penerima manfaat tidak sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan.
Dirinya menegaskan bahwa MBG sejatinya diperuntukkan bagi peserta didik, namun dalam praktiknya justru terkesan lebih menguntungkan pihak pengelola.
“MBG ini seharusnya anak sekolah yang menjadi penerima manfaat utama. Namun di lapangan, yang terlihat justru pengelolanya yang lebih dominan menerima manfaat,” ujarnya. Rabu (25/02/2026)
Ia juga meminta instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran dan pengawasan program tersebut agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan anggaran. DPRD Kalsel, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.
H. Gusti Iskandar juga menekankan pentingnya keterbukaan data terkait jumlah penerima, besaran anggaran per siswa, serta mekanisme distribusi.
Hal ini guna menghindari potensi penyimpangan dan memastikan tujuan peningkatan gizi anak sekolah benar-benar tercapai.
DPRD Kalsel berencana memanggil pihak terkait untuk meminta klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan MBG di daerah tersebut. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















