DISITA Polda Kalsel 4.717 Tabung Elpiji 3 Kg dari Sejumlah Pangkalan

DISITA Polda Kalsel 4.717 Tabung Elpiji 3 Kg dari Sejumlah Pangkalan

SuarIndonesia – Ada 4.717 tabung gas elpiji 3 Kilogram (Kg) telah disita jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Reskrimsus Polda Kalsel) dari sejumlah pangkalan.

Kasusnya dari semua itu digelar Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta SIK SH MH di Lobi Mapolda Jalan S Parman Banjarmasin Kalsel, Kamis (12/11/2020).

Kapolda didampingi Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Pol Masrur dan Wadir Reskrimsus AKBP Budi Hermanto beserta  Kasudit I Indagsi AKBP Suyitno A.

“Elpiji bersubsidi ini menyangkut hajat orang banyak tak dibenarkan  menjual di atas HET (Harga Eceran Tertingi).

Pada kenyataan banyak yang melangar, ya diambil tindakan,” kata kapolda.

Dipaparkan Kapolda Kalsel, kalau pasal yang disangkakan pertama menjual di atas HET, Pasal 62 ayat (1) Jo pasal 10 huruf (A) UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Peraturan Presiden RI Nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting.

“Ini ancaman hukuman 5 tahun penjara dan atau denda Rp 2 Miliar,” ujarnya.

Kemudian, menjual elpiji 3 kg tanpa izin dikenakan Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan JO Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2015 Tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang dengan ancaman hukuman, 4 tahun penjara dan atau denda Rp 10 Miliar

Dari pengungkapkan pada Januari hingga November 2020 lanjut kapolda, ada 15 kasus.

“Itu dengan 15 tersangka dari sejumlah pangkalan yang tersebar di daerah ini.

Dan rincian barang bukti yakni tabung elpiji isi sebanyak 1.419 dan tabung yang kosong sebanyak 3.298,” ujarnya.

Selain itu turut disita uang penjualan Rp 9.650.000, termasuk sarana berupa mobil pick-up empat  unit, sepeda motor satu unit, gerobak kayu, spanduk HET, buku penyaluran, bundel dan lainnya.

Disebut modus pelaku, menjual elpiji subsidi 3 Kg ke pengecer, sekitar 50 persen sampai 80 persen dari kuota pangkalan dengan harga di atas HET, antara Rp 18.000 sampai Rp 30.000 per tabung.

Sehinga pangkalan dapat keuntungan lebih besar dari HET per tabung, Rp 17.500. (ZI)

 

 370 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: