DISIAPKAN Bank Kalsel Strategi Penuhi MIM Rp3 Triliun

- Penulis

Rabu, 8 Desember 2021 - 22:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesiaBank Kalsel menyiapkan strategi untuk memenuhi modal inti minimum (MIM) sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2024 mendatang.

“Ada tiga strategi yang disiapkan untuk memenuhi modal inti minimum ini,” kata Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya kepada wartawan, usai paripurna dewan, Rabu (8/12/2021), di Banjarmasin.

Menurut Hanawijaya, Bank Kalsel telah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Pemprov Kalsel agar menyerahkan deviden yang diterima sebagai penyertaan modal kepada Bank Kalsel.

“Jadi deviden yang diterima Pemkab/Pemko maupun Pemprov Kalsel dikembalikan kepada Bank Kalsel sebagai modal,” tambahnya.

Diakui, cara ini cukup efektif untuk menambah modal Bank Kalsel seperti yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar status Bank Kalsel tidak turun menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Strategi kedua, dengan mengevaluasi aset, karena nilai aset yang dimiliki bank bisa dijadikan sebagai modal inti minimal, tanpa harus menyetorkan modal.

“Kita juga menyiapkan alternatif lain, jika memang Pemkab/Pemko kesulitan menganggarkan dana melalui APBD setempat, dengan menyerahkan aset berupa tanah dan bangunan untuk dijadikan penyertaan modal,” ungkap Hanawijaya.

Aset berupa tanah dan bangunan yang tidak terpakai ini bisa dimanfaatkan bank sekaligus tambahan modal bagi pemerintah daerah. “Daripada tidak terpakai, lebih baik dijadikan modal,” tuturnya.

Hanawijaya mengakui, memang kondisi sekarang memang menyulitkan untuk menambah modal, mengingat tekanan fiskal akibat pandemi Covid-19 cukup membatasi ruang gerak, sehingga semua alokasi anggaran lebih dominan untuk penanggulangan Covid-19.

Baca Juga :   PASCA DIROMBAK Jajaran Direksi dan Komisaris PT Bangun Banua, Audit Keuangan Menyeluruh

“Tetapi harus bagaimanapun dicarikan solusi agar jangan sampai status Bank Kalsel turun, karena dampaknya tidak boleh lagi mengelola keuangan daerah,” tegas Hanawijaya.

Di samping itu, pihaknya juga menyiapkan plan B, jika memang tiga strategi yang ada belum mampu memenuhi modal inti minimum tersebut, yakni dengan menjual saham kepada karyawan bank, ASN maupun masyarakat umum, namun tidak tidak memiliki suara seperti halnya pemegang saham lainnya.

“Jadi dalam bentuk kupon kepemilikan saham, yang bisa dibeli masyarakat banua,” ujarnya.

Kendati demikian, Hanawijaya dan tim optimis bisa mencapai modal inti minimum Rp3 triliun, mengingat modal yang ada sudah mencapai Rp1,7 triliun, dan jika deviden bisa disetorkan kembali pada akhir Desember sebesar Rp340 miliar, maka sudah mencapai Rp2 triliun.

“Kita juga sudah menggandeng STIE untuk menyusun kajian ilmiah sebagai landasan bagi eksekutif dan legislative untuk membuat Raperda Penyertaan Modal,” ungkapnya. (ADV)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PERPUTARAN Dana Judol Rp40,3 T pada Triwulan I-2026
SAMPAH LOW VALUE, Plastik Ciki Cikian jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Kalsel
FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM
KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:03

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:56

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca