DISESAK Hukum Adat Akibat Salah Ucapan Edy Mulyadi

Bagikan :
DISESAK Hukum Adat Akibat Salah Ucapan Edy Mulyadi

SuarIndonesia – Aliansi Dayak Kalimantan Bersatu (ADKAB) mendesak Edy Mulyadi dayang ke Kalimantan untuk diproses hukum adat.

Menurut Ketua ADKAB, Robby M. Ngaki, suasana di Kalimantan memanas akibat ucapan Edy melalui video yang tersebar di jagat media sosial.

Roby meminta kepada Edy Mulyadi bersama rekan-rekannya dapat menjalani hukum adat. Berharap dengan kebesaran jiwa bersedia menjalani permintaan yang sesuai dengan adat.

Pasalnya dampak ini disebutkan suasana kosmos langit di Kalimantan jadi panas. Agar tidak terus memanas, hukum adat diperlukan.

“Sebenarnya hukum adat itu baik untuk dilakukan, kami mempercayai bahwa kosmos di atas wilayah Kalimanta sudah mulai memanas. Kami meminta kebesaran jiwa Edy berkenan hadir untuk diadakannya hukum adat agar jadi dingin kembali,” ujar Robby.

Meskipun pernyataan Edy Mulyadi dianggap hal biasa di Jakarta dan telah menyatakan maaf, namun tetap diminta untuk diproses hukum adat. Pernyataan tersebut dinilai adanya kesalahan ucapan yang jadi dasar untuk dilakukan hukum adat.

“Kenapa tetap kami meminta proses hukum adat, walaupun sudah minta maaf tetap diadakan hukum adat, karena ada salah kata. Bagi kami ada pasal hukumnya, “salah basa” sudah terucap walaupun katanya di sana sudah biasa,” lanjut Robby.

Dijelaskannya, jika ada kesalahan dalam hal ini, pihak ADKAB menuntut dengan hukum positif. Pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian untuk memproses.

Selanjutnya untuk hukum adat, disebutkan akan diputuskan oleh para ketua dewan adat di daerah. Dewan adat nantinya membentuk kepanitiaan untuk menentukan jenis denda yang diberikan.

“Besaran ataupun bentuk denda akan ditentukan oleh dewan adat, termasuk tenggat tenggat waktu yang diberikan,” lanjutnya dengan menggunakan pakaian khas Dayak Ngaju.(RW)

 280 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.