DISELIDIKI Polda Kalsel dari Belasan PCR dan Sertifikat Vaksin Palsu

DISELIDIKI Polda Kalsel dari Belasan PCR dan Sertifikat Vaksin Palsu

SuarIndonesia -Hasil tes negatif PCR dan sertifikat vaksin Covid-19 diduga palsu yang terungkap belasan dari calon penumpang pesawat di Bandara Syamsuddin Noor, diselidiki Polda Kalsel.

“Iya saat ini kita lakukan penyelidikan atas dugaan itu,” Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Reskrimum Polda Kalsel), Kombes Pol Hendri Budiman, ketika ditanya wartawan, Jumat (9/7/2021).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Banjarbaru.
“Saya minta untuk lidik kejadian tersebut,” tambah Kombes Pol Hendri

Dikatakan, jika tiga belas orang tersebut terbukti sengaja menggunakan surat pemeriksaan PCR dan sertifikat vaksin Covid-19 palsu, bukan tidak mungkin mereka akan berurusan dengan hukum.

Pasalnya kata Kombes Pol Hendri, tindakan pemalsuan demikian bisa dijerat dengan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Yakni Pasal 263 ayat 1 untuk pembuat dokumen palsu dan Pasal 263 ayat 2 bagi orang yang memanfaatkan dokumen palsu tersebut.

“Ini tidak main-main, jika terbukti melakukan pidana itu, ancaman hukumannya adalah penjara paling lama enam tahun,” tegasnya.

Diketahui, ada tiga belas orang kedapatan petugas otoritas bandara menunjukkan surat pemeriksaan PCR dan sertifikat vaksin Covid-19 diduga palsu dan batal diizinkan terbang.

Itu terjadi, Rabu (7/7) dan petugas melakukan konfirmasi kepada rumah sakit dan puskesmas yang tertera di dokumen mendapatkan keterangan bahwa tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

Dimana petugas mencurigai ada tiga belas dokumen calon penumpang diduga palsu. Yakni 10 berupa surat hasil PCR dan 3 sertifikat vaksin Covid-19. (ZI)

 424 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: