SuarIndonesia – Tahun 2020 seiring melandanya covid-19 bukan menjadi tahunnya investasi di Kalsel.
Kendati demikian, menatap tahun depan mulai dipersiapkan 3 investasi besar yang hampir pasti akan masuk ke provinsi tertua di Kalimantan ini.
“Mengacu rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kalsel 2016-2021 pada tahun kemarin target investasi Rp12 triliun, tahun depan naik menjadi Rp14 triliun.
Memang cukup berat untuk mencapai target, harapan kami semoga pandemi hilang sehingga target bisa dicapai,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, Selasa (29/12/2020).
Meski target cukup besar namun Nafarin optimis bisa mencapainya. Dikatakan Nafarin pihaknya sudah bersiap menyambut investasi yang akan masuk ke Kalsel.
Investasi kilang minyak di Kotabaru dari Uni Emirat Arab senilai Rp5 triliun, di utara Kalsel akan ada investasi pengolahan limbah sawit untuk makanan ternak senilai Rp5 triliun dari Jepang, dan investasi senilai Rp2 miliar pengembangan smelter di Kotabaru milik PT Silo Grup.
“Harapan kami dari 3 investasi itu saja target sudah tercapai. Ke tiganya sudah hampir pasti terlaksana,” bebernya.
Dikatakan Nafarin khusus investasi smelter sejatinya terdapat dua lokasi di Kotabaru dan Tanah Bumbu, namun smelter di Tanah Bumbu milik PT. Meratus Jaya Iron Steel masih tand tanya.
“Smelter yang di Kotabaru sudah siap, sudah dibuatkan kajian kelayakan dan sudah masuk di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta juga.
Nah, smelter yang di Tanah Bumbu karena kondisi bahan baku susah sehingga terhenti.
Ada dua opsi jalan keluar, mendekati pantai pelabuhan dengan catatan bahan baku disuplai dari Tanah Laut.
Di situ ada PD Baramarta Grup yang bisa menyuplai bahan baku. Hal tersebut akan kami dorong agar investasi smelter di Tanah Bumbu bisa terlaksana,” pungkasnya.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















