SuarIndonesia – Jalan hauling PT. Talenta Bumi menjadi akses alternatif menuju Hulu Sungai di kala Jalan Gubernur Syarkawi dan jembatan Mataraman tidak berungsi maksimal.
Pihak perusahaan mengenakan tarif bagi angkutan yang melintas di jalan sepanjang 46,7 kilometer tersebut.
Tarif yang dibebankan antara Rp100 sampai 300 ribu sesuai spesifikasi angkutan dan tonase.
Terdapat pengecualian bagi angutan BBM subsidi, LPG 3 kilogram, dan angkutan sembako.
Humas PT. Talenta Bumi, Agus Basri, membenarkan jalan milik pihaknya mulai kemarin ditarik biaya.
Diatakannya biaya itu adalah kontribusi angkutan yang lewat untuk perawatan jalan.
“Tarif kontribusi untuk angkutan di luar batu bara ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan angkutan batu bara,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).
Dia menyebut, untuk angkutan batu bara, dikenakan tarif Rp300 ribu per ton per Km. Sementara, angkutan di luar itu hanya dikenakan tarif Rp100-300 ribu sekali jalan.
“Sangat jauh sekali tarifnya jika dibandingkan dengan angkutan batu bara,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Agus, jika dibandingkan dengan tarif menggunakan kapal LCT biaya melewati jalan hauling jauh lebih murah.
“Tarif yang kami kenakan sesuai arahan pak sekda agar tidak disamakan dengan angkutan batubara.
Sebelum pemberlakukan tarif ini kami menggelar rapat yang dihadiri Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Pemkab Barito Kuala, dan pihak kepolisian,” bebernya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dishub Kalsel, Rusdiansyah, mengakui diberlakukan pengenaan tarif bagi angkutan yang melintas di jalan hauling tersebut.
“Alasannya untuk perawatan jalan, tapi untuk angkutan sembako, BBM, dan elpiji bersubsidi digratiskan,” katanya.
Jalan hauling PT. Talenta Bumi menjadi salah satu akses alaternatif dari Kalteng menuju daerah Hulusungai.
Sebagaimana diketahui Jalan Gubernur Syarkawi dan di Mataraman, Kabupaten Banjar belum befungsi maksimal sebagaimanya semestinya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















