Diintruksikan Kembali, Pangeran Hidayatullah Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional

Diintruksikan Kembali, Pangeran Hidayatullah Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional

Suarindonesia – Diintruksikan agar Pangeran Hidayatullah diperjuangkan jadi Pahlawan Nasional

Dan, Pangeran Hiyatullah,  cucu Sultan Adam, beberapa kali diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Namun hingga saat ini usulan itu tak juga disetujui oleh Pemerintah Pusat. Salah satu pertimbangan mengapa usulan pahlawan nasional itu ditolak,  karena di salah satu buku Pangeran Hidayatullah diceritakan menyerah kepada Belanda.

Hal itu nampaknya tak mengurangi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor untuk menambah pahlawan nasional dari Kalsel.  Apalagi, ia terkenal sebagai kepala daerah yang sangat menghargai para pejuang.

Pada tahun ini, Sahbirin kembali menginstruksikan agar Pangeran Hiyatullah diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Sebagai tindak lanjut instruksi tersebut, jajaran pemprov melakukan kajian terkait sepak terjang Pangeran Hiyatullah.

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel diberikan tugas untuk melakukan kajian tersebut.

“Pak gubernur maunya Pangeran Hiyatullah jadi pahlawan nasional, maka dari itu agar semua kelengkapan usulan bisa terpenuhi perlu dilakukan kajian mendalam,” jelas Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin belum lama tadi.

Amin mengatakan, tahun ini pihaknya akan melaksanakan kajian tersebut.

Kajian tersebut, katanya, berkaitan dengan apa saja kekuranga  usulan sebelumnya sampai akhirnya ditolak oleh pemerintah pusat.

Dari kajian tersebut akan diketahui kekurangan sehingga bisa diperbaiki.  “Kajian lebih kepada apa saja yang kurang, dari yang kurang itu kita kaji lagi agar bisa dilengkapi.

Tentu kita akan buka dokumen kembali agar bisa melengkapi semua persyaratan usulan pahlawan nasional,” bebernya.

Amin menambahkan, pihaknya hanya melakukan kajian terkait kelengkapan dokumen, sedangkan usulan nantinya menjadi kewenangan Dinas Sosial (Dinsos).

“Setelah kajian kami selesai diserahkan ke dinsos, selanjutnya kewenangan mereka,” urainya.

Saat ini yang bergelar pahlawan nasional dari Kalsel baru tiga orang, yaitu Pangeran Antasari, KH Idham Chalid dan Pangeran Muhammad Noor.

Nama terakhir mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun lalu.

Atas dasar semangat itu pula, Sahbirin Noor kembali memperjuangkan satu nama menjadi pahlawan nasional, yaitu Pangeran Hiyatullah.

Bukan tanpa alasan pangeran bernama Gusti Andarun bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman itu diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Selain perjuangannya melawan Belanda,  ia juga dianugerahi Bintang Mahaputera Utama pada tahun 1999 oleh pemerintah Republik Indonesia. (RW)

 3,326 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: