Dievaluasi Kinerja Perusda, Karena Pemprov Sudah Menyunyik Modal Harus Berdampak PAD

- Penulis

Sabtu, 7 September 2019 - 02:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Perusahaan daerah (perusda) yang meliputi penyertaaan modal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) sedang dievaluasi.

Bahkan, pemprov juga akan melakukan intervensi sepanjang diperbolehkan oleh peraturan dan tidak bertentangan dengan perundang-undangan badan usaha.

Evaluasi tersebut diambil guna mengukur capaian kerja tiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah Pemprov Kalsel.  Peningkatan deviden salah satu hal yang akan menjadi acuan kinerja BUMD.

Sekdaprov Kalsel, HA Haris Makkie,  mengatakan, beberapa waktu lalu antara pemprov dengan perusda belum dilakukan dilakukan upaya koordinasi yang baik, sehingga kurangnya informasi.

“Sekarang berlangsung monitoring sekaligus evaluasi dengarkan PT Ambapers anak perusda PT Bangun Banua,  perusahaan lainnya yang ada penyertaan modal pemprov juga akan dilakukan hal yang sama,” ujar sekda, Jumat (6/9).

Dikatakan, evaluasi tersebut untuk melihat, mendengarkan dan evaluasi kinerja dari BUMD tersebut.

Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin sudah menyunyik modal tetapi perusda tidak memberi dampak baik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami menjadi berkepentingan melakukan evaluasi dan koordinasi agar mengetahui persoalan yang dihadapi perusda apa saja.

Kami memang tidak bisa melakukan intervensi langsung, karena menghormati undang-undang perseroan terbatas dan  undang-undnag lainnya yang mengatur penyertaan modal.

Tetapi sebagai pemilik modal atau penanam saham tentu punya kewenangan mengevaluasi dan meminta pertanghung jawaban,” bebernya.

Baca Juga :   APRESIASI Kinerja Polda, Siap Dukung Program Kamtibmas

Haris menambahkan, dari evaluasi tersebut setiap pergerakan atau persoalan yang dihadapi manajemen bisa diantisifasi dalam batas kewenangan pemegang saham.

Ia mengegaskan, tidak akan membiarkan investasi yang ditanamkan hanya memberikan beban psikologi dan anggaran bagi daerah.

Tidak menutup kemungkinan menurut Haris dari hasil evaluasi akan ada perombakan direksi.

“Kita menghendaki perusda memberikan kontobusi pendapatan yang ujungnya berimbas pada program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” urainya.

Berdasarkan laporan saat ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2018 deviden Bank Kalsel Rp20. 290. 068,  PT Jamkrida Rp239. 425.953, PT Askrida Rp350. 497.740, dan PT Bangun Banua Rp828. 276.527.

“Target tahun ini akan kita bicarakan lagi sembari melihat kinerja mereka.  Deviden yang disetorkan sampai 5 Septermber untuk target tahun 2018,” tutup Haris. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARGA BBM Subsidi tetap Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:50

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 September 2026 - 22:26

KARHUTLA Kalbar: Tiga Helikopter CH-47 Chinook Jepang Perkuat Pemadaman

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:16

WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Rabu, 2 September 2026 - 20:24

HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 22:51

DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 20:08

BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca