Suarindonesia — Akibat banjir itu, ibu dan bayi terdampak seperti musibah banjir di Kabupaten Kotabatu dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, langsung ditangani petugas kesehatan dengan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga.
Meski belum ada korban jiwa, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim, pihaknya tetap menyiagakan petugas di lapangan untuk melakukan semua antisifasi gejala penyakit yang timbul.
“Petugas di lapangan sementara fokus penanganan ibu dan balita dulu dengan memberikan bantuan makanan tambahan dan makanan pendampingan ASI,” jelasnya, Senin (10/6).
Dikatakan Muslim, untuk menangani korban pasca banjir tersebut pihaknya bersinergi dengan Dinkes kabupaten.
“Teman-teman di kabupaten tetap melakukan pelayanan kesehatan dan dilaporkan secara menerus ke Dinkes Kalsel terkait musibah banjir di Kotabaru dan Tanah Bumbu ini,” kata Muslim.
Ia menambahkan, pasca musibah banjir ada dua gejala yang mengancar masyarakat, yaitu diare dan gatal-gatal.
Jika ditemukan gejala itu, ujar Muslim, petugas di lapangan langsung melakukan penanganan.
“Pengobatan itu sudah ada SOP-nya, kita bergerak.
Kalau statusnya krisis kita sediakan posko kesehatan, jika masih belum ada pengungsia petugas saja yang disiagakan,” bebernya.
Sementara, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan soal musibah kepala BPBD tidak harus menunggu perintah, begitu ada musibah banjir langsung turun ke lokasi.
“Termasuk hari ini (kemarin, red) petugas tetap bekerja dan menyisir, ini lagi ada di Kotabaru dan Tanah Bumbu mengatasi pasca musibah di lokasi,” kata dia. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















