SIFAT Sifat Virus Corona Daya Infeksi Tinggi, Daya Membunuh Ucap Dharma Rendah

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2020 - 21:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dalam waktu beberapa bulan saja, banyak negara terdampak virus corona atau covid-19.

Di Indonesia baru saja dua orang dinyatakan positif covid-19 setelah cukup lama nihil.

Menurut ahli penyakit menular atau epidiomolog, dr. IBG Dharma Putra, dalam virus, apa yang terjadi di bumi lain akan berpengaruh dan bisa nyebar ke dunia lain.

Dikatakannya, virus sejak dulu selalu ada dan akan selalu ada. Selama ini virus corona hidup dalam tubuh hewan.

Ketika habitat hewan terganggu, maka hidup virus berpindah ke tubuh manusia.

Lebih jauh ia menjabarkan, virus corona mempunya daya infeksi yang sangat tinggi hampir 100 persen.

“Orang yang berdekatan atau tersentuh bisa terinfeksi, karena itu tadi daya untuk menginfeksinya sangat tinggi,” kata Dharma, Rabu (4/3/2020).

Pun halnya dengan kemampuan untuk menimbulkan penyakit, virus ini juga disebut Dharma, sangat tinggi.

Dikatakannya cenderung penyakit yang timbul seperti gejala flu, batuk, dan lain sebagainya.

Dibeberkan Dharma, terdahap hal menggembirakan terkait sifat virus covid-19 tersebut.

Meskipun daya infeksi dan daya menimbulkan penyakit sangat tinggi, namun virulensi atau sifat membunuhnya sangat rendah.

Baca Juga :   TIGA MAHASISWA UNUKASE yang Meninggal Dunia Kecelakaan Adalah Penerima Beasiswa KIP Kuliah Angkatan 2023

Ditegaskannya, resiko mematikan dari virus ini cukip rendah.
“Sifatnya menginfeksi tinggi, menimbulkan penyakit tinggi, tapi virulensi sangat rendah. Yang kena virua ini tidak pasti otomatis meninggal,” sebutnya.

Dharma menyebut berdasarkan data sementara bagi yang berusia muda meskipun terkena covid-19 tetap bisa bertahan.

Rata-rata yang sampai meninggal dunia berusia di atas 65 tahun. “Coba kita buat perbandingan antara yang positif covid-19 berapa dan yang meninggal berapa yang selamat berapa, itu lebih banyak yang selamat.

Yang meninggal rata-rata orang tua atau memang punya penyakit lainnya, tapi tentu saja kita tetap menerapkan pola hidup sehat,” ucap Dharma.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN POLISI Terduga Pelaku Penipuan Arisan Online, Para Korban Berharap Hukuman Diberikan jadi Efek Jera
DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan
POLICE LINE Lokasi Dugaan Tambang Emas di Palau Aranio
HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T
3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:22

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana

Rabu, 2 September 2026 - 21:48

FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 21:44

SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29

KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28

LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca