“DESAS-DESUS” Akhirnya Jabatan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diganti

“DESAS-DESUS” Akhirnya Jabatan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diganti

SuarIndonesia –  “Desas-desus” kalau sebelumnya ada pergantian dan ada pula calonnya, namun batal.

Dan akhirtnya kini, jjabatan Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati M Kes, diganti.

Dari keterangan, serah terima jabatan Direktur BLUD di RSUD Ulin, ini dilakukan, Rabu (29/9/2021).

Sedangkan pejabat baru DR dr H Izaak Zoelkarnain Akbar SPOt Fics.
Pejabat baru sebelumnya adalah Direktur RSUD Mohammad Ansari Saleh.

Serah terima jabatan tersebut menurut keterangan dilakukan secara sederhana hanya disaksikan orang dalam.

Pejabat lama akan menyalani purna tugas karena faktor usia.
Bahkan, pejabat lama ini pernah diperpanjang jabatan oleh gubernur sebelum Pilkada berlangsung.

Keterangan lain, sebelum dilakukan serah terima, para pejabat tersebut telah dipanggil Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel.

Selama ini ada dua yang jadi sorotan di RSUD Ulin, yakni atas dugaan pemotongan insintif nakes (tenaga kesehatan) dan dugaan adanya tindak pidana korupsi yang menyeret anak oknum PNS setempat, berinisial SBH, soal pengadaaan barang alat kesehatan, kini masih diusut pihak Polda Kalsel.

Keterangan lain, sebetulnya Hj Suciati, sudah masuk masa pensiun, Per 1 Agustus 2020.

Ketika itu, Pemprov Kalsel masih mencari pengganti melalui seleksi jabatan Direktur.

Tiga nama melamar untuk menempati posisi orang nomor satu di RSUD Ulin Banjarmasin, mereka adalah, Direktur RSUD Mohammad Ansari Saleh Banjarmasin, Izaak Zoelkarnain Akbar, ASN RSJ Sambang Lihum, Yoyi Farizah dan yang terakhir Suciati sendiri.

Suciati rupanya masih boleh menjabat sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan mengatakan hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2013 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dalam aturan tersebut, posisi direktur bisa diisi oleh orang profesional. Merujuk Permendagri tersebut, Gubernur Kalsel mengeluarkan Pergub nomor 067 tahun 2020 tentang Manajemen Kepegawaian BLUD RSUD Ulin Banjarmasin.

Meski bisa dijabat orang dari profesional. Namun, dia harus memenuhi syarat. Salah satunya adalah berprofesi sebagai dokter dan memiliki pengalaman memimpin rumah sakit.

Sementara, dari dua pelamar yang ada, hanya Suci yang memenuhi syarat pengalaman tersebut.

“Tetap dilakukan seleksi yang juga melibatkan profesional,” ucap Sulkan.

Menurut dia, pihaknya bisa saja melakukan seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama seperti sebelumnya.
Namun, karena lambannya proses di KASN dan Kemendagri, pihaknya pun memilih opsi ini. Di sisi lain, posisi Direktur RSUD Ulin harus segera terisi. (*/ZI)

 131 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: