DEN: Stok BBM Aman Masyarakat Diminta Tenang

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Antrian panjang kendaraan bermotor di salah satu SPBU Sabilal Muhtadin Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Kalsel dikarenakan kelangkaan BBM jenis Pertamax beberapa waktu yang lalu.(Dok Kompas.com/Andi M Haswar)

Foto Ilustrasi - Antrian panjang kendaraan bermotor di salah satu SPBU Sabilal Muhtadin Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Kalsel dikarenakan kelangkaan BBM jenis Pertamax beberapa waktu yang lalu.(Dok Kompas.com/Andi M Haswar)

SuarIndonesia — Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu kuatir atau panik karena Pertamina siap menjaga pasokan.

Dia menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari bukan berarti bahwa setelah itu BBM akan habis, karena Pertamina tentu terus melakukan stabilisasi stok.

“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Kholid mengatakan terdapat tiga jenis cadangan energi yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20 – 23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.

Untuk cadangan operasional, lanjutnya, disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler sehingga kalau terpakai disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor.

Sedangkan cadangan penyangga energi, tambahnya, bersifat mandatori dan harus disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.

Oleh karena itu dia menegaskan kondisi BBM saat ini dipastikan tersedia termasuk menjelang Idulfitri 1447 H, sebagaimana cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur tercukupi.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” ujar Kholid, Minggu (8/3/2026) melansir Antaranews.com.

Apalagi, menurut dia sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak baik melalui pengeboran yang terus dilakukan maupun eksplorasi dan penambahan cadangan.

Baca Juga :   BANK KALSEL Targetkan Jadi Bank Devisa, Pemkab Tala Kantongi Rp41 Miliar dari Bagi Hasil Pajak Pemprov

Sementara itu Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory berada dalam penyimpanan atau storage.

”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” katanya.

Menurut dia cadangan sekitar 20 hari tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya dan Laos hanya 10 hari.

Untuk itu Komaidi berharap masyarakat tenang, termasuk menjelang Idulfitri 1447 H, sebab Pertamina tentu sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” ujarnya lagi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
MENKEU PURBAYA: Tahun ini tak Ada Pembelian Motor Listrik bagi SPPG
PEMERINTAH Jaga Harga BBM Subsidi agar Terjangkau Masyarakat
RUPIAH MENGUAT ke Rp17.012, Imbas Gencatan Senjata Dua Arah AS-Iran!
RUPIAH MELEMAH Seiring Eskalasi Konflik AS vs Iran Menguat
ATM BNI di Depan Minimarket Yulia Kuripan Sempat Bikin Khawatir Nasabah

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 15:12

PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Sabtu, 11 April 2026 - 19:03

ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Sabtu, 11 April 2026 - 00:44

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Berita Terbaru

Podium ganda putra Badminton Asia Championships 2026. (instagram: @badminton.ina)

Internasional

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:15

Petugas keamanan berada di dekat baliho perundingan AS-Iran di luar pusat media di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). (AP/ANJUM NAVEED)

Internasional

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:58

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca