SuarIndonesia – Debat pamungkas pasangan calon (paslon) Gubernur Kalsel dan Wakil, berlangsung seru dan semarak di Gedung Chandra, Minggu (17/11/2024) malam.
H Muhidin – H Hasnuryadi Sulaiman, pasangan nomor urut 1 menggenakan jas warna biru, sedangkan Hj Raudatul Jannah (Acil Odah) – H Akhmad Rozanie Himawan Nugraha (H Zanie) pasnagan nomor urut 2 menggenakan baju adat banjar.
Pada sisi pertama, Raudatul Jannah bicara soal perbedaan agama. semua mengajarkan yang baik.
“Jika ada penyimpangan berarti harus ada perbaikan,” ucapnya.
Begitu juga dengan pembangunan harus selaras dengan visi misi yang ditetapkan.
Sementara Calon Wakil Gubernur Kalsel H Akhmad Rozanie Himawan Nugraha berjanji akan membuat perda terkait hal tersebut.
“Di Kalsel sudah ada penyimpangan agama, ini menjadi tugas bersama siapa pun yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, kalau ada regulasi itu lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara, Calon Gubernur Kalsel, H Muhidin berjanji para honorer dan pegawai perjanjian kerja dinaikkan gaji.
Pembangunan jembatan Pulau Laut harus segera dibangun untuk menunjang IKN.
“Selain itu pelabuhan Internasional segera dibangun di kawasan Kabupaten Kotabaru,” ujar Muhidin.
Calon Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman menambahkan, sesuai motonya Kalsel bekerja, program utamanya pembangunan jembatan Pulau Laut, pembangunan stadion Internasional, mendorong bandara Syamsudin Noor menjadi bandara Internasional dan lainya harus segera direalisasikan.
Berlanjut, debat sempat meninggi pada sesi ke empat dimana masing-masing calon saling melempar pertanyaan.
Pada sesi tersebut Raudatul Jannah sempat menyeletuk bahwa Calon Gubernur H Muhidin tidak konsisten, akan tetapi hanya dibalas senyuman oleh yang bersangkutan.
Raudatul Jannah menanyakan soal program H Muhidin yang berencana membangun Stadion Sepakbola Internasional dan Pelabuhan Internasional.
Hal itu menurutnya tidak selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa jangan terburu-buru mengerjakan proyek mercusuar.
Sedangkan Muhidin menjawab hal tersebut merupakan sebuah rencana pembangunan.
Menurut H Muhidin, pihaknya nanti akan mencari kawasan terlebih dahulu dan dilanjutkan studi kelayakan, setelah itu lalu minta bantuan ke Pemerintah Pusat.
“Saling berkolaborasi, antara Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat,” kata H Muhidin.
“Ulun pernah jadi wali kota dalam waktu 4 tahun bisa ulun membangun Banjarmasin, ini karena ada kekompakan antar lini, kita manfaatkan dana untuk membangun stadion internasional di Kalimantan Selatan dengan kolaborasi,” tambahnya.
Mendengar hal itu, Raudatul Jannah langsung merespon bahwa H Muhidin tidak konsisten.
“Menurut saya pak Muhidin tidak konsisten, apa yang kita sampaikan itu janji kita, yang paling mendasar ini adalah persoalan.
“Menurut kami pembangunan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan harus dituntaskan,” begitu responnya.
H Muhidin pun langsung merespon kembali dengan menjelaskan bahwa pasangan MH itu memiliki niat yang tulus untuk membangun Kalimantan Selatan.
“Kita mungkin dengan niat tulus bukan hanya janji, insyaAllah kita patungan dengan pusat, yang penting kita kebersamaan, kalau kebersamaan ini ada, ini bisa terjadi dan ini luar biasa,” sahut Muhidin.
Sebelmnya, Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, mengajak masyarakat agar terus memerangi money politik dan black campaign, hal ini ujarnya agar terwujud Pilkada 2024 yang jujur, bersih serta adil.
“Kami mengajak agar masyarakat menolak segala politik uang, black campaign, demi terselenggaranya Pilkada yang bersih dari semua hal negatif,” kata Tenri.
Disisi lain, ia juga berharap debat terakhir tersebut dapat dimaksimalkan oleh para paslon menyampaikan gagasan, visi misi dan program yang akan dilaksanakan jika terpilih nantinya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















