Datuk Mangku Adat Sirajul Huda Meninggal Dunia

Bagikan :
Datuk Mangku Adat Sirajul Huda Meninggal Dunia

 

Suarindonesia – Kabar duka datang dari Kesultanan Banjar, salah seorang tokoh masyarakat Kalimantan Selatan, Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda telah menghembuskan nafas terakhir di usia 66 tahun, Selasa (11/9/2018) pagi. Ucapan belasungkawa pun berdatangan dari sahabat, kerabat dan tokoh-tokoh masyarakat di Kalimantan Selatan.

Sultan Banjar, Sultan Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah saat mendengar meninggalnya Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda, mengucapkan belasungkawa yang atas kepergian kerabatnya tersebut.

“Innalilahiwainnailaihi rojiun, semoga YM Datuk Sirajul Huda mendapatkan berkah rahmat di sisi Allah SWT,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia mengungkapkan saat-saat terakhir bersama almarhum, yakni ketika ikut prosesi penyambutan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Kalsel yang baru, Irjen Pol Drs. Yazid Fanani, M.si di Markas Polisi Daerah Kalimantan Selatan. “Peran terakhir beliau dengan kesultanan saat di Polda,” jelasnya ketika berangkat menuju Australia.

Ketika itu almarhum menapung tawari Kapolda Yazid Fanani. Sambil mengucapkan salawat, Datuk Sirajul Huda memercikkan air tapung tawar kepada kapolda dan istri.

Sementara itu, salah seorang pangeran Kesultanan Banjar, Pangeran Noor Yakin mengungkapkan bahwa merasa sangat kehilangan sebagai seorang kerabat, sahabat dan teman. Pangeran Noor Yakin yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Budaya Kesultanan Banjar menilai datuk adalah budayawan sejati dan konsekuen.

“Beliau tidak sakit, akan tetapi diduga karena penyakit Jantung mendadak dan beliau sebelum meninggal dunia terjatuh di kamar mandi,” ungkapnya.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda diangkat oleh kesultanan Banjar dan mendapat gelar Astaprana Gikmadidi bidang kebudayaan, kemudian gelar tersebut ditingkatkan lagi menjadi DMA (Datuk Mangku Adat) hingga sampai saat ini.

“Datuk Astaprana Hikmadiraja kemudian ditingkatkan lagi menjadi DMA (Datu Mangku Adat) Hikmadiraja, karena beliau berkiprah dan berkecimpung di ranah budaya,” ungkap pangeran.

Ia mengutarakan bahwa kegiatan penyambutan Kapolda Kalsel beberapa hari yang lalu adalah pengabdian Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda yang terakhir di Kesultanan Banjar.

“Saat itu saya bersama YM Sultan Banjar dan YM Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda, semoga beliau diterima di sisi Allah Aza wazala,” harapnya.

Ia mengatakan bahwa Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda sering berpesan kepada dirinya agar senantiasa mengangkat Budaya Banjar khususnya di Kesultanan Banjar. Ia pun menceritakan kisah suka bersama Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda yang tak terlupakan, yaitu ketika dirinya menghadiri acara di Desa Barikin,

Datuk Mangku Adat Haji Sirajul Huda sangat antusias sekali menjelaskan asal muasal gamelan Barikin dan sangat terbuka terhadap kritik.

Tamu yang melayat pun berdatangan dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Walikota Banjarbaru dan kerabat serta rekan-rekan budayawan almarhum.

“Banyak di antaranya adalah walikota Banjarbaru dan teman-teman kebudayaan almarhum,” tandasnya. (BY)

 495 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.