Dandim Kunjungi Rumah Pahlawan 9 Nopember

Dandim Kunjungi Rumah Pahlawan 9 Nopember

Suarindonesia – Dandim 1007 Banjarmasin Letkol Inf Teguh Wiratama
sebelum meninggalkan lokasi Tugu 9 Nopember usai ziarah yang merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/10) menyempatkan diri menyinggahi rumah almarhum pahlawan yang gugur 9 Nopember Muhammad Amin Effendi yang letaknya di samping Tugu 9 Nopember.

Kedatangannya spontan disambut salah satu putri Almarhum Muhammad
Amin Effendi yang bernama Zef Haniah bersama suaminya yang masih menempati tempat tinggal ayahnya yang berbentuk rumah khas Banjar di Jalan DI Panjaitan Banjarmasin.

“Kami terpaksa mengontrakkan sebagian lokasi untuk perbaikan rumah. Karena sampai sekarang belum ada yang berminat membeli rumah sekaligus tanah
yang kami tawarkan sebesar Rp12.500 per meter,’’ ungkap Zef Haniah saat
menerima kedatangan Dandim yang ingin tahu rumah Pahlawan Muhammad Amin Effendi, Jumat (9/10/2018) pagi.

Dandim sendiri tampak manggut-manggut. Ia mengatakan kedatangan dirinya ingin mengetahui dari dekat rumah pahhlawan yang letaknya strategis.

Selama ini rumah itu dikabarkan mau dijual karena pewarisnya tak mampu merawat rumah tersebut.

Sebelumnya ujar Zef Haniah, rumah yang berdiri di atas tanah seluas 1.300 meter persegi tersebut ingin dijual ke Pemerintah Kota Banjarmasin agar isi dan nilai sejarah dari bangunan tersebut tetap utuh untuk dijadikan sebuah museum perjuangan. Namun sampai sekarang tak kabar.

“Benar kakak dan saudara saya semuanya menginginkan ditawarkan kepada pemerintah untuk selanjutnya dijadikan museum. Atau ada kebijakan lain dari pemerintah untuk membuat apa.
Yang jelas kalau yang beli pemerintah kami percaya nilai dan isi dari bangunan ini akan dipelihara,” papar Zef Haniah.

Zef Haniah mengharapkan jika dibeli Rp12,5 miliar, pihak keluarga akan
melepas. Angka tersebut diperkirakan tak memberatkan bagi pemerintah.

Sementara Letkol Inf Teguh Wiratama memaparkan ikut mendukung dengan
keinginan dari ahli waris untuk menjual rumah tersebut kepada pemerintah karena di rumah tersebut banyak mengandung unsur sejarah perjuangan dan bangunannya juga mengandung nilai budaya khas Banjar.

“Ketika nanti benar dibeli oleh pemerintah kemudian dikelola, harus memang orang yang ahli dan mengerti. Paling tidak mereka yang bergerak di bidang arkeolog, ahli budaya, ahli sejarah dan permuseuman, tidak boleh dikelola sembarangan, sehingga nilai perjuangan sejarah yang ada di rumah ini tidak hilang,” kata Dandim 1007 Banjarmasin ini.(SU)

 208 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: