CHIKA Finalis Putri Indonesia 2022 Perwakilan Kalsel Usung Misi Advokasi ‘Pelangi’

- Penulis

Selasa, 1 Maret 2022 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Finalis Putri Indonesia 2022 perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel), Fransisca Octaviani terlihat mengunjungi gedung Balai Kota pada Selasa (1/3/2022) pagi tadi.

Dengan mengenakan kostum Sasirangan berkelir merah marun, perempuan 26 tahun itu tampak anggun, senyum pun tampak terpancar di wajahnya.

Gadis yang memiliki sapaan Chika itu rupanya sudah beberapa hari ini berada di Bumi Antasari ini. Dan tadi pagi, ia bertemu dengan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Balai Kota.

Chika menuturkan bahwa selain bersilaturrahmi dengan wali kota, ada misi tersendiri yang dibawanya ketika berada di Kalsel.

Ia membawa misi advokasi ‘Pelangi’. Singkatan dari Pendidikan Alam Peraih Mimpi. Tujuan misi itu sendiri tidak lain adalah untuk mendidik anak-anak kurang mampu untuk memanfaatkan ruang terbuka dan alam sebagai sarana arsitektur untuk belajar, hingga meraih mimpinya.

“Bisa belajar di sungai, di bawah pohon dan lain sebagainya. Intinya, memanfaatkan alam atau ruang terbuka yang ada. Tidak harus menggunakan ruang tertutup atau gedung khusus pendidikan,” jelasnya.

Inspirasi itu sendiri diambilnya dari hasil studi yang pernah dilakukannya. Tepatnya, saat dia mendapat kesempatan mengikuti program Student Action di Jerman. Termasuk, saat dia juga berkesempatan mendesain ruang terbuka hijau (RTH), di situ.

Ia menilai, sistem pendidikan anak kecil di luar negeri berbeda dengan anak-anak di Indonesia.

Di luar negeri, menurutnya anak-anak diberikan kebebasan untuk bermain dan belajar di taman atau ruang dan alam terbuka sejak dini.

“Itu mengaktifkan saraf motorik anak. Itu membuat anak-anak sedari kecil lebih aktif dan lebih berkembang. Mereka menjadi lebih berani karena banyak berbaur di alam,” jelasnya.

“Sistem seperti itu yang ingin saya adopsi lalu ditularkan ke Kalsel,” tambahnya.

Misalnya di Jerman, anak-anak usia dini bisa belajar di mana saja. Tak mesti harus di gedung berfasilitas lengkap. Virus itu lah yang ingin ditularkan Chika.

Menurutnya, saat ini sekolah di Banua yang menerapkan metode pembelajaran seperti yang ia usung tersebut baru ada di kawasan Martapura, Kabupaten Banjar. Namanya, sekolah alam terapung.

Dijelaskannya, anak-anak masing-masing menaiki perahu, mereka mendayung sendiri untuk pergi sekolah atau bertemu dengan guru.

“Yang saya tahu, sekolah Alam Terapung itu hanya diikuti enam murid. Saya rasa, metode seperti ini salah satu pemanfaatan sekolah alam,” jelasnya.

Baca Juga :   POLRES BANJARBARU Gagalkan Peredaran Sabu 9,6 Kilogram

Lantas, kapan metode itu bakal diterapkan di Kota Banjarmasin?

Sarjana S1 Teknik Arsitektur di Universitas Trisakti Jakarta itu mengatakan, bila ada kesempatan datang lagi ke Kalsel, dia menginginkan adanya sosialisasi terlebih dahulu.

Dan jika memang pemerintah setempat mendukung, ia mengaku akan segera menerapkannya.

Ya, meski Chika mewakili Provinsi Kalsel, dia tidak tinggal di Banjarmasin. Dia lahir dan besar serta tinggal di Jakarta.

Namun diketahui, sang kakek hingga keluarganya, tinggal di Kota Banjarmasin. Tepatnya, di kawasan Banjar Indah, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Di tahun 1970-an, kakek saya, pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Provinsi Kalsel. Saya juga sering bolak-balik ke Kalsel,” ungkapnya.

Kembali ke metode belajar yang diusungnya. Yang paling membuatnya tergerak menularkan metode sekolah alam yang dinamainya ‘Pelangi’ itu, lantaran dia melihat ada banyak anak kecil yang butuh pendidikan.

“Lalu, yang membuat saya tertarik mengadopsi metode itu, saya melihat anak kecil umumnya gemar bercerita. Dan apabila diasah, tentu sangat bagus untuk perkembangan pendidikannya,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut perempuan kelahiran 30 Oktober 1995 itu, secara umum metode pendidikan yang diterapkan di Indonesia sudah cukup bagus. Karena biaya pendidikan, saat ini juga sudah ditanggung pemerintah.

Kendati demikian, bukan berarti tak ada masukan. Ia berharap, adanya pemerataan pendidikan. Itu, menurutnya bisa dimulai dari komunitas kecil. Tidak harus menunggu pemerintah atau meminta pemerintah membuat sebuah program pendidikan.

“Kita bisa memulainya dengan membuat komunitas kecil. Merekrut anak-anak di lingkungan tempat tinggal kita. Mengajak mereka bermain sambil belajar. Karena pendidikan bisa lewat apa saja, di mana saja dan kapan saja,” tutupnya.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengapresiasi kedatangan Chika ke Balai Kota dan metodenya itu. Ia juga mendoakan, agar Chika bisa meraih hasil terbaik ketika bersaing dengan 44 finalis lainnya.

“Masih ada dua bulan sebelum dia mengikuti karantina sebagai finalis. Saya berharap, Chika bisa menguasai sejarah, budaya, hingga kerajinan tangan hasil karya anak banua, seperti Kain Sasirangan dan Bakul Purun,” ucapnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca