Cari Kayu Bakar Hingga Ribuan Bungkus Nasi Disiapkan di Haul Guru Sekumpul

Cari Kayu Bakar Hingga Ribuan Bungkus Nasi Disiapkan di Haul Guru Sekumpul

Suarindonesia – Cari kayu bakar dan lainnya hingga ribuan bungkus nasi akan disiapkan untuk pelaksanaan Haul ke 14 Alimul Allamah Alarif Billah Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul sudah ditetapkan pada Sabtu malam (9/4) dan Minggu malam (10/4) di Komplek Mushola Arraudhah Sekumpul Kabupaten Banjar.

Pelaksanaan haul ini sudah ditetapkan oleh  Imam Guru Sa’duddin Salman sesudah rapat 4 Januari lalu.

Berdasar keputusan rapat, pihak Arraudhah menyediakan beras untuk konsumsi jemaah.

Beras yang terdata masih bersifat sementara dan tidak termasuk dapur pribadi masyarakat maupun relawan.

Terdata sementara jumlah dapur umum sevanyak 55 buah, beras yang akan dimasak 5.180 blek dengan asumsi perhitungan menghasilkan 777.000 bungkus nasi dan memerlukan 25.900 kilogram daging sapi, dan Dinas kesehatan menyiapkan 44 posko, 30 Ambulans, serta 5 perahu Karet.

Sebelumnya,  melalui surat Nomor : A01/AR-SKP-I/H-14/XII/2018 M,  koordinator haul mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa kegiatan haul tidak pernah meminta atau melakukan penggalangan dana atau barang apapun,  dan siapapun yang ingin berpartisifasi tidak dibenarkan melakukan penggalangan dana

“Apabila masyarakat sekitar menemukan hal-hal demikian yang dimaksud, diharapkan untuk menegurnya langsung secara sopan dan apabila tidak ditanggapi silakan melaporkan ke Posko Induk Sekumpul atau pihak berwenang terdekat.

Ini semua kita lakukan demi menjaga kekhidmatan acara Haul ini sesuai amanah Abah Guru Sekumpul serta menghindari penyalahgunaan ataupun pemanfaatan dari pihak-pihak yang ingin mengambil kesempatan pada kegiatan haul ini untuk kepentingan pribadi ataupun lainnya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,’’ tulis Posko Induk Sekumpul.

Sementara itu, warga Desa Sungai Alang dan Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar menjadi relawan dengan mengumpulkan kayu bakar.

Secara suka rela, para warga setempat mencari kayu dari hutan dan dikumpulkan.

Setelah dikumpulkan, warga akan membelah kayu menggunakan kampak agar siap menjadi kayu bakar.

“Setiap tahun kami berpartisifasi seperti ini, kayu kami kumpulkan lalu diserhakan ke dapur umum pelaksanaan haul.

Tidak ada yang mengomando semua berjalan secara ikhlas aja.

Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan bermanfaat,’’ ujar Badruddin salah satu warga.(RW)

 

 

 368 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: