Suarindonesia – Menyusul progres kelotok tanpa atap dianggap yang selama ini sudah ada kesepakatan dituding Kadis Perhubungan Kota Banjarmasin Drs H Ichwan Noor Khalik makin kacau. Pasalnya, ada oknum Pariwisata main mata sehingga dinilai pemicu kekacauannya rencana renovasi kelotok belakangan ini.
“Terus terang saya kurang sependapat dengan para motoris kelotok yang biasa beroperasi di Siring Tendean. Hal itu belum lagi ditambah dengan campur tangannya oleh oknum dari Dinas Pariwisata,’’ tuding Kadis Perhubungan Kota Banjarmasin Drs H Ichwan Noor Khalik kepada awak media dengan nada tinggi, Senin (10/06/2019) di sela halal bihalal.
Ichwan juga menuding oknum Pariwisata semakin memperkeruh keadaan dan bisa mempengaruhi motoris kelotok yang kurang baik. “Kalau begini saya tidak mau tahu dan kita serahkan saja ke oknum Dinas Pariwisata tersebut. Biar saja kacau sendiri mengurus 88 kelotok,” kata Ichwan dengan nada tinggi.
Padahal, ujar Ichwan, sudah ada kesepakatan tiga dinas. Namun belakangan dengan munculnya oknum Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin sehingga mereka mulai menyoal kesepakatan. Yang menjadi pertanyaannya mengapa oknum tersebut turut campur dalam renovasi kelotok?
Idealnya, Dinas Perhubungan yang paling berhak. Tetapi tanpa koordinasi dengan tiga dinas terkait yang sebelumnya berusaha mendamaikan pertikaian dua kubu motoris kelotok wisata susur sungai di Banjarmasin.
Sementara itu, Husai salah satu motoris kelotok mengaku dirinya dan beberapa motoris lainnya keberatan renovasi kelotok tanpa atap karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi soal siapa yang membiayai renovasi itu belum jelas.
Usut cerita, kacaunya perencanaan renovasi kelotok itu didahului sengketa organisasi kelotok di mana anggotanya saat ini terpecah dua kubu. Kubu satu ada di Siring Menara Pandang dan satunya lagi kubu di Siring Patung Bakantan.
Hal tersebut dibenarkan juga oleh Husai yang juga menjadi wakil dari kubu Siring Menara Pandang. Pada intinya kubu motoris di Siring Menara Pandang menolak adanya renovasi tersebut.
Di samping penawaran renovasi disain kelotok ternyata ada disain lainnya yang mendapat perhatian daripada motoris kelotok. Menurut Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Ir HM Khuzaimi ada desain baru kelotok tetap berkubung (beratap), dengan modifikasi separuh dari panjang kelotok.
Sedangkan separuh kelotok bagian belakang dibuat tidak beratap, dan disediakan tempat duduk terbuka untuk memudahkan wisatawan leluasa melihat pemandangan ketika susur sungai.
Khuzaimi enggan membuka gamblang detail desain yang bisa diterima oleh seluruh motoris kelotok ini. Pihaknya masih menggarap modifikasi desain tahap awal ini.
“Bentuk ini bisa diterima oleh masyarakat, serta motoris kelotok itu sendiri. Karena segi keamanannya juga diperhatikan,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin saat dikonfirmasi, Drs H Ihsan Al Haq mengatakan bahwa yang sah adalah kesepakatan dari tiga kepala dinas yang bersepakat sejak awal proses perdamaian antar dua kubu motoris yang berseteru.
“Saya tidak tahu menahu soal ada oknum, tapi yang sah kan dari tiga kepala dinas ini. Apalagi sampai oknum tersebut bilangnya ada mandat dari walikota saya tidak tahu menahu,” beber Ihsan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















