Buronan Direktur PT BTW Dijebloskan ke Lapas Teluk Dalam

Buronan Direktur PT BTW Dijebloskan ke Lapas Teluk Dalam

Gde Made Pasek Swardhyana SH MH

Suarindonesia – Sang buronan, Hj Neni Kurnaeni tak lain  Direktur PT Bagus Tirta Wardana (BTW), yang dicari selama lima tahun diringkus  di sebuah rumah di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Rabu (12/12) lalu sekitar pukul 18.30 WIB.

Dan, kemudian oleh pihak Kejari Tabalong, sejak Kamis malam (13/12) sudah dititipkan atau jadi penghuni di Lembaga Pemasyarakatian (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin.

Terpidana tersebut dibawa langsung dari Bandung, oleh aparat Kejaksaan Jawa Barat,  pada penerbangan Kamis malam, sebelum dibawa ke Lapas Teluk Dalam.

Terpidana dibawa dulu ke salah satu rumah sakit yang ada di Banjarmasin.

Buronan itu menurut Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong, Gde Made Pasek Swardhyana SH MH, kepada awak media, terpidana yang tersandung kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2010.

Lebih jauh ia mengatakan, terpidana Hj Neni Kurnaeni ini ditangkap tim gabungan dari Kejati Jawa Barat dan Kejari Cimahi bersama dengan pihak KPK di rumahnya

Made yang berada di Banjarmasin ketika berada di Kejaksaan Tinggi, menyebutkan terpidana ini telah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), dan pihaknya telah pula melakukan pencarian hingga akhirnya terpidana berhasil ditemukan berkat bantuan pihak Kejati Jawa Barat, Kejari Cimahi dan KPK.

Setelah duitangkap hari Rabu, kemudian Kamis malam langsung dibawa ke Banjarmasin.

Hukuman yang akan dijalani Hj Neni Kurnaine, sebagaimana putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2386 K/Pid.Sus/2012 tanggal 23 Februari 2013 oleh majelis hakim agung diketuai Artijo Alkostar dengan hakim anggota Mohammad Askin dan MS Lumme, yakni selama 4 tahun.

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp200 Juta atau subsidair kurungan selama 4 bulan

“Karena pada tingkat kasasi terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana pada pasal 2 UURI No 31 Tahum 1999 tentang tindak pidana korupsi,’’ papar Made.

DAK tahun 2010, terkait proyek pengadaan buku-buku perpustakaan SD/SLB yang nilai pagunya sebesar Rp6 Miliar, dengan kerugian negara sebesar Rp532 Juta.

Putusan MA tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum dari putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin yang memvonis terfakwa selama 1 tahun penjara.

Disinggung mengenai terpidana saat itu ?.

Made mengatakan kalau saat itu terdakwa sakit hingga dilakukan penangguhan penahanan, dan pada saat itu digunakan terdakwa kabur. (ZI)

 

 

 307 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: