BULAN IMUNISASI Anak di Banjarmasin Hanya 24,45 Persen, Tiga Hari Lagi Program Berakhir

SuarIndonesia – Tinggal menghitung hari, program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Banjarmasin bakal berakhir. Tepatnya di tanggal 18 Juni 2022.

Namun cakupan imunisasi anak yang dimulai sejak 18 Mei 2022 itu, masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan masih jauh dari capaian yang sudah ditargetkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan, per Senin (13/06/2022), cakupan vaksinasi BIAN di Bumi Kayuh Baim ini baru mencapai 24,45 persen dari jumlah sasaran sebanyak 149.035 anak.

Sedangkan cakupan yang sudah ditargetkan ketuka dalam program imunisasi anak itu berakhir adalah 95 persen.

“Makanya dengan sisa waktu ini kita harus bekerja ekstra agar bisa mengejar jumlah yang ditargetkan secara maksimal,” ucapnya saat ditemui awak media usai pelepasan jemaah calon haji Banjarmasin di Masjid Jami Sungai Jingah, Selasa (14/06/2022).

Ia mengaku, kondisi tersebut dikarenakan masih adanya orangtua siswa yang ragu untuk membawa anaknya berimunisasi.

Baca Juga :

IMUNISASI ANAK, Ketua TP PKK Banjarmasin Ajak Seluruh Pihak Berkolaborasi

Ia lantas mencontohkan, seperti pada pelaksanaan di sekolah, sesudah disosialisasikan pada siswa bahwa akan akan ada jadwal imunisasi, malah ada sebagian orangtua yang sengaja tidak menurunkan anaknya ke sekolah.

“Padahal program BIAN untuk melindungi dan membuat daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit sesuai Imunisasi yang diberikan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh orangtua untuk penyuntikan antibodi ini. Karena selain dijamin aman, juga untuk menjaga kesehatan anak di masa mendatang.

“Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan,” pungkasnya.

Apalagi menurutnya, imunisasi yang dijalankan pihaknya saat ini relatif murah dibanding ketika anak-anak terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa nanti.

“Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” tukasnya.

Ia menjelaskan, ada tiga strategi yang sekarang dijalankan Dinkes untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak di Banjarmasin.

Pertama, menambah tiga jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD untuk mencegah potensi kanker serviks saat anak menjadi dewasa.

“Untuk bapak dan ibu tolong dibantu agar imunisasi tiga ini jalan, supaya mengurangi angka kematian ibu dan anak,” pintanya.

Kendati demikian, Ramadhan mengklaim, bahwa jumlah cakupan vaksinasi BIAN yang pihaknya jalankan sudah terjadi peningkatan yang signifikan. Saat ini sudah sebanyak 36.444 anak yang sudah menjalani imunisasi.

“Malah kita lebih tinggi dibanding kabupaten/kota yang lain,” klaimnya.

“Peningkatan ini karena adanya edaran yang dikeluarkan Wali Kota Banjarmasin belum lama tadi terkait vaksinasi BIAN ini. Apalagi dalam edaran itu ada penekanan keterangan bian dan vaksinasi sebagai syarat administrasi masuk sekolah,” pungkas Ramadhan. (SU)

 121 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.