BPS, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,17 Persen

- Penulis

Senin, 5 November 2018 - 16:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2018 tercatat sebesar 5,17 persen secara tahunan. Angka ini lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya, yakni 5,27 persen, namun masih lebih tinggi dibanding kuartal III tahun lalu 5,06 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi secara kuartal tercatat 3,09 persen dan secara tahun 5,17 persen. Pencapaian ini patut diacungi jempol, mengingat realiasi kuartal ketiga ini lebih tinggi dibanding kuartal ketiga tahun-tahun sebelumnya.

Pada kuartal III 2015, pertumbuhan ekonomi tercatat 4,78 persen, sedangkan kuartal III 2016 hanya sebesar 5,03 persen.

“Jadi, memang ini pertumbuhan kuartal III paling baik dibanding beberapa tahun terakhir,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta seperti dikutip dalam CNNIndonesia, (5/11).

Menurut lapangan usaha, sektor jasa mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 9,19 persen. Namun, karena porsinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 2 persen, maka kontribusinya tak signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara, sektor manufaktur masih memegang peranan terbesar terhadap PDB dengan nilai 19,66 persen, namun pertumbuhannya hanya tercatat 4,33 persen. Jika dirinci lebih detil, industri pengolahan migas malah turun 1,38 persen, sementara industri non migas naik 5,01 persen.

Baca Juga :   MASUK GERBONG ROTASI Empat Kajari di Wilayah Kalsel

“Ada beberapa industri yang perlu pembenahan, yakni industri kimia, obat tradisional yang turun 2,8 persen dan barang logam, komputer, dan barang elektronik yang melemah 1,84 persen,” katanya.

Suhariyanto juga menyoroti kinerja sektor konstruksi yang tumbuh 5,79 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan hal itu tercermin dari produksi semen kuartal III 2018 sebesar 19,85 juta ton atau naik 39,32 persen secara kuartalan. Sementara, penjualan semen tercatat 19,73 juta ton atau naik 37,7 persen dari kuartal lalu.

“Dan konsumsi ini artinya Pembentuk Modal Tetap bruto (PMTB) tetap berjalan dan ada realisasi belanja negara,” tandasnya.
(BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru