BNN GEREBEK Rumah Mewah Produsen Narkoba, 971 Ribu Pil PCC Disita!

- Penulis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 23:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah mewah di Serang, Banten, dijadikan laboratorium tersembunyi untuk memproduksi obat keras jenis Hexymer, Paracetamol Caffein Carisoprodol atau PCC, Tramadol dan Trihexphenidyl, di grebek BNN RI. (detikcom/Bahtiar)

Rumah mewah di Serang, Banten, dijadikan laboratorium tersembunyi untuk memproduksi obat keras jenis Hexymer, Paracetamol Caffein Carisoprodol atau PCC, Tramadol dan Trihexphenidyl, di grebek BNN RI. (detikcom/Bahtiar)

SuarIndonesia — Rumah mewah di Lingkungan Gurugui, Kelurahan Lialang di Kota Serang yang digerebek BNN RI memproduksi narkoba jenis pil PCC atau Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol. Sebanyak 971 ribu butir pil PCC disita.

“Di depan kita ini adalah produksi atau hasil produksi dari tersangka yang kita tangkap kurang lebih 10 orang,” kata Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom di Serang, Rabu (2/10/2024).

Tersangka antara lain adalah inisial DD, AD, BN, RY, BY dan FS. Kemudian tersangka AC, JF, HZ, dan LF. Masing-masing tersangka memilik peran, mulai dari pengendali hingga pembeli.

“Saya pesan ke produsen, para bandar jangan kalian bermain-main, negara siap menghadapi, negara siap menghadapi kalian, karena kita ingin menciptakan Indonesia Emas Tahun 2045,” ujar Marthinus, melansir dari detikNews.

Di tempat yang sama, Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN RI Aldrin MP Hutabarat mengatakan, pengungkapan kasus ini kerja sama BNN RI, Polri, BPOM dan Kemenkum dan HAM. Hal ini bermula dari informasi laboratorium gelap yang ada di Kota Serang.

BNN ungkap kasus produsen narkoba di rumah mewah Kota Serang, Banten. (detikcom/Bahtiar)

“Pada Jumat (27/9), BNN melakukan penyelidikan dengan melakukan pemantauan terhadap paket berupa 16 karung yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Dari hasil pemeriksaan diketahui karung tersebut berisi 960.000 butir pil putih yang setelah dilakukan uji True Narc, pil tersebut mengandung narkotika jenis PCC,” ujar Aldrin menambahkan.

Tim BNN kemudian mengamankan DD yang mengirimkan pil PCC di rumah di Taktakan ini. Di rumah ini juga ditemukan barang bukti berupa hasil produksi Pil PCC 11 ribu butir dan termasuk dalam bentuk serbuk seberat 2.800 gram.

BNN kemudian melakukan pengembangan ke tersangka lain yaitu AD. Ia rupanya adalah pengawas produksi, BN sebagai pemasok bahan, RY sebagai koordinator keuangan.

“Kemudian dua narapidana masing-masing BY sebagai pengendali dan FS sebagai buyer,” katanya.

Tidak berhenti di Kota Serang, BNN kemudian melakukan operasi penangkapan ke Ciracas Jakarta Timur, Lembang di Jawa Barat. Tim kemudian mengamankan AC sebagai pengemas barang jadi, JF sebagai koki atau peracik obat, HZ sebagai pemasok bahan dan LF sebagai pemasok dan pengemas.

Lalu, pada Senin (30/9/2024) lalu dikembangkan ke tersangka HZ di kediamannya di Pasar Rebo Jakarta Timur. Di sana BNN menemukan 2 mesin cetak tablet otomatis dan bubuk paracetamol.

“Selain menangkap 10 orang tersangka dan barang bukti narkotika berupa 971 ribu butir PCC, BNN juga mengamankan alat dan bahan yang digunakan para tersangka untuk memproduksi PCC,” ungkapnya.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

Kepala BNN: Geram, Perusak Moral-Mental

Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom geram atas kasus rumah mewah di Serang yang memproduksi pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol). Marthinus mengatakan hal itu bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga moral dan mental.

Komjen Marthinus Hukom, Kepala BNN RI. (detikcom/Bahtiar)

“Moral seseorang yang terserang narkoba ini dia menjadi manusia yang tidak utuh lagi, dia tercabik-cabik oleh pengaruh narkoba akhirnya merusak mental dan moral dan ini berkonsekuensi kepada masa depan bangsa ini,” kata Marthinus di Kota Serang, Banten, Rabu (2/10/2024).

Marthinus menegaskan komitmennya memberantas narkotika. Perang terhadap narkotika katanya harus bersama-sama karena penyebarannya saat ini sudah sampai ke kampung-kampung, petani, hingga anak-anak remaja.

“Bawa narkoba selama ini yang kita hadapi akhir-akhir ini semakin banyak, semakin merambah bukan hanya menyasar para pemilik uang, tapi juga merambah sampai kepada orang-orang masyarakat perkampungan, petani, nelayan, anak-anak remaja,” ujarnya.

“Kita diperhadapkan problem stunting, kesehatan generasi atau aspek gizi daripada anak-anak kita, di sisi lain ada orang tertentu memilih barang yang tidak ada gunanya, ini sangat paradoks sekali,” lanjut Marthinus.

Masyarakat, katanya, harus tahu betul bahwa bandar, pengedar, dan produsen narkoba kelompok yang akan merusak generasi. Mereka memiliki niat jahat agar masyarakat termanipulasi.

“Kejahatan narkoba berdampak ke kejahatan jalanan, kekerasan keluarga, kekerasan seksual, perampokan, geng motor dan lain-lain, penyakit masyarakat ini banyak diakibatkan oleh narkoba,” ujarnya.

Marthinus mengatakan pemberantasan narkotika juga bukan hanya tanggung jawab BNN. Elemen masyarakat diminta kolaborasi untuk ikut memberantas narkoba, termasuk dengan para lembaga lain yaitu kepolisian, TNI, BPOM, hingga ulama dan tokoh masyarakat.

“Saya pesan ke produsen, para bandar, jangan kalian bermain-main, negara siap menghadapi, negara siap menghadapi kalian karena kita ingin menciptakan Indonesia Emas tahun 2045,” ucapnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal
KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka
KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB
JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin
DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27

PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

TIM gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pendinginan di lahan bekas terbakar yang berada di dekat permukiman warga di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Foto: Antara/M Hafif Nikolas)

Nasional

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Jumat, 16 Okt 2026 - 00:56

Ira, orang utan yang diselamatkan dari area area karhutla di Kotim, Rabu malam (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Kalteng

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:10


Hujan mengguyur Kumai, Kotawawingin Barat. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KUMAI Diguyur Hujan

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:53

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:48

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca