SuarIndonesia – Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya menyerap 2.320 tenaga kerja dan kapasitas produksi 1.500 Ton per hari.
Diketahui, setelah Presiden RI, Joko Widodo meresmikan pabrik berlokasi di Desa Sungai Dua Simpang Empat Batulicin Kabu paten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (21/10/2021).
“Jika kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis.
Catatan saya di tahun 2020 menghemat devisa sebesar Rp38 triliun, diperkirakan di tahun 2021 akan menghemat devisa Rp56 triliun,” ucap presiden.
Sedangkan CEO Jhonlin Group, Ghimoyo mengatakan, industri masyarakat berawal dari perkebunan masyarakat menanam kelapa sawit, kemudian menjual ke pabrik.
Pabrik CPO akan memilih mau menjual ke mana nantinya. Namun akan ditampung dulu di pabrik biodiesel ini.
“Tidak perlu jauh-juah, di Kalimantan Selatan saja dulu seberapa banyak pabrik kelapa sawit.
Jauh lebih murah ketimbang mengirim ke luar Kalsel, harga yang didapat petani juga lebih tinggi,” ucapnya.
Sementara Komisaris Utama PT Jhonlin Agro Raya, Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian Tahun 2014-2019 ini mengatakan, ini adalah gagasan Presiden RI agar mengakselerasi program hilirisasi dari hulu ke hilir.
Salah satunya adalah CPO jangan ekspor mentah-mentah, tetapi dari tandan buah segar hingga CPO, biodiesel kemudian menjadi minyak goreng, kosmit dan lain-lain.
“Ini nilai tambah dan nilai tawar kepada negara lain, maka bisa menentukan harga dan sikap.
Juga sudah dilakukan Brazil dalam komoditi gula, Jika harga gula naik maka gula yang dijual.
Kami juga akan melakukan hal yang sama, jika harga CPO baik maka akan dilepas ke luar negeri maka akan memberikan devisa bagi negara, tetapi jika harga CPO turun maka proses menjadi biodiesel, minyak goreng dan lainnya,” jelas Amran Sulaiman.
Pihaknya juga akan membangun empat smilter, dan ini bisa memberi nilai tambah bisa 70 kali lipat harga 1 ton 18 USD.
Sisi lain ketika ditanya kenapa Jhonlin Group berani menggelontorkan nilai investari triliunan rupiah saat masa pandemi.
Amran Sulaiman mengatakan justru inilah momen yang tepat berinvestasi. “Kalau orang lagi asyik tenang maka kami berproduksi dan ini momoentum yang bagus.
Sama halnya ketika orang tidur maka kami bangun, dan saat orang bangun kami berlari,” ucapnya.
Ikut hadir hadir mendampingi Presiden pada peresmian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















