SuarIndonesia – Melalui IPA 500 liter perderil secara rutin sudah disuplai air curah ke jaringan PDAM Intan Banjar.
Dengan beroperasinya IPA tersebut bisa melayani 40.000 rumah, sebab 1 liter per detik setara dengan konsumsi air untuk 80 rumah. IPA 500 liter per detik dibangun lengkap dengan semua komponen penunjang.
Di dalamnya mencakup sistem Supervisory Control And Data Acquisition (Scada) atau sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, juga ada elektroklorinasi, dan sejenisnya.
Tahun lalu, IPA 500 liter perdetik diresmikan Menteri PUPERA, Basoeki Hadimoeljono.
Sebelumnya juga telah beroperasi IPA 250 liter perdetik. “Khusus IPA 500 liter perdetik sementara beroperasi dengan sistem pinjam pakai operasional, karena proses pelimpahan pinjam pakai aset memerlukan waktu,” jelas PPK Pengembangan Air Minum Satker
Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah (PPPW) Kalsel, Anthony Magma.
Sementara itu, Kepala BP PAM Banjarbakula, Berty Nakir, menyebut operasional IPA 500 liter perdetik sudah lama berjalan. Meski aset masih milik kementerian, namun operasional dipinjam pakai untuk kepentingan penyediaan air PDAM Intan Banjar.
“IPA Pinus 2 500 liter per detik yang dibangun tahun lalu saat ini sudah beroperasi dan menyuplai air ke jaringan PDAM Intan Banjar.
Untuk sementara ini status aset masih pinjam pakai operasional, sedangkan pinjam pakai aset masih dalam tahap pelimpahan dari kementerian PUPERA.
Insyaallah dalam waktu dekat ditanda tangani persetujuan pinjam pakai aset antara Pemprov kalsel dengan kementerian PUPERA,” ujarnya, Jumat (26/8).(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















