SuarIndonesia – Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat muslim untuk melaksanakan puasa, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin mengingatkan pada jajarannya, orang yang melaksanakan puasa penting menjauhi kemaksiatan dan perbuatan dosa.
“Sebab, selain menahan lapar dan haus, sebenarnya puasa juga menahan diri dari hawa nafsu dan perilaku munkar,” ucapnya pada kultum Ramadhan Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Kalsel. Senin (4/4/2022).
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas, Nabi Muhammad SAW bersabda, Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.
“Lima perbuatan tersebut sudah semestinya dihindari demi menjaga ibadah puasa pada bulan Ramadhan,” katanya.
Terlebih menurut Tambrin, orang yang sedang menjalankan ibadah puasa tidak melakukan kebohongan.
Sebab menyebabkan pahala puasanya akan berkurang, selanjutnya ghibah atau menggunjing adalah perbuatan menceritakan orang lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan pribadinya.
Kemudian Perbuatan mengadu domba dengan tujuan menimbulkan permusuhan serta bersumpah palsu pasti dengan sengaja akan menguntungkan suatu pihak dan merugikan pihak yang lain dan yang terakhir menahan hawa nafsu, termasuk hasrat terhadap lawan jenis.
Dirinya mengajak kepada jajarannya yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan mesti berhati-hati agar upayanya dalam berpuasa tidak sia-sia.
“Sabda Nabi Muhammad SAW, betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus (H.R. Ath-Thabrani),” katanya.
Kegiatan Kultum tersebut akan diselenggarakan setiap hari kerja Senin sd Kamis setelah selesai melaksanakan sholat Dzohor berjamaah di Mushala Al-Ikhlas dengan penceramah dari jajaran pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Kalsel. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















