BERAKSI Seorang Diri, Penyerang Polsek Daha Kemungkinan Terpapar Faham Radikal dari Internet

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2020 - 21:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Abdurrahman melancarkan aksi serangan Mako Polsek Daha Selatan, Polres Hulu Sungai Selatan (HSS), hingga menewaskan dirinya dan seorang anggota Polri.

Pelaku penyerangan itu tertuju pada secarik kertas yang ditinggalkan pelaku.

Pada kertas tersebut bertuliskan jihad. Lantas aksi itu dikaitkan dengan kelompok radikal ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah).

Saat ini pihak berwenang sedang melakukan identifikasi dugaan aksi terorisme tersebut.

Dugaan terorisme itu mengarah kepada pelaku karena yang bersangkutan meninggalkan pesan jihad pada secarik kertas.

Kepala Kesbangpol Kalsel, Heriansyah mengatakan setelah adanya dugaan pelaku yang diketahui bernama Abdurrahman memiliki tanda-tanda terlibat kelompok ISIS, pihaknya bersama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) langsung meninjau ke lapangan.

Baca Juga :   KPK Kantongi 152 Bukti Tetapkan Tersangka Sahbirin Noor

Hingga saat ini menurutnya motif belum bisa disimpulkan. Ia menyatakan selama ini di Kalsel tidak ditemukan jebolan kelompok ISIS.

“Bisa jadi dia berlaku pribadi (bukan kelompok). Makanya saat menyerang sendirian,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Heri ini menjelaskan, jika memang pelaku berlaku pribadi maka kemungkinan terpapar radikalisme dari internet atau media sosial.

“Kalau sifatnya individu ini susah untuk diidentifikasi karena pribadi dan tidak bisa dikembangkan, serta, tidak bisa mengajak orang lain,” jelasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi
PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca