BARESKRIM Ungkap Modus 2 Pegawai Lion Air Selundupkan Narkoba

- Penulis

Kamis, 18 April 2024 - 21:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri membeberkan peran yang dilakukan dua pegawai maskapai Lion Air saat menyelundupkan narkoba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Selain 2 Pegawai Lion Air, Bareskrim Juga Amankan Eks Petugas Avsec Bandara Kualanamu Terkait Kasus Peredaran Narkoba. [Disway.id/Anisha Aprilia]

Bareskrim Polri membeberkan peran yang dilakukan dua pegawai maskapai Lion Air saat menyelundupkan narkoba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Selain 2 Pegawai Lion Air, Bareskrim Juga Amankan Eks Petugas Avsec Bandara Kualanamu Terkait Kasus Peredaran Narkoba. [Disway.id/Anisha Aprilia]

SuarIndonesia — Bareskrim Polri mengungkap modus operandi dua pegawai maskapai Lion Air yang terlibat dalam penyelundupan narkoba hingga bisa menghindari pemeriksaan di bandara.

Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Arie Ardian mengatakan keterlibatan dua pegawai maskapai diketahui penyidik usai tersangka MRP selaku kurir ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, pada 22 Maret lalu.

Dari hasil penangkapan itu, kata dia, tersangka MRP mengaku mendapatkan paket narkoba jenis sabu dan ekstasi saat hendak memasuki pesawat Lion Air di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

“Di mana kedua karyawan ini DA dan RP mengambil barang dari luar dan dimasukkan ke area bandara,” kata Arie dalam konferensi pers di Mabes Polri, seperti dikutip CNNIndonesia, Kamis (18/4/2024).

Setelahnya, kedua pegawai maskapai itu membawa paket narkoba menggunakan mobil lavatory service sebelum diserahkan kepada kurir MRP.

Proses pertukaran paket narkoba itu terjadi sebelum tersangka MRP masuk ke dalam kabin pesawat. Tersangka MRP juga tidak menggunakan jalur akses yang sama seperti penumpang lainnya.

“Mereka bertemu setelah turun dari garbarata. Saat yang lain menggunakan bis penumpang umum sedangkan tersangka MR menggunakan kendaraan lavatory service,” ucap Arie.

“Di situ terjadi pertukaran tas di mana kurir MR membawa tas kosong dan 2 pegawai membawa sabu dan ekstasi. Selanjutnya MR membawa tas itu masuk ke dalam pesawat dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta,” imbuhnya.

Arie mengatakan dari hasil pengembangan juga didapati keterlibatan mantan petugas Aviation Security Bandara Kualanamu berinisial HF. Dia menjadi operator pengiriman narkoba.

Baca Juga :   DISITA! 6 Kosmetik dan Obat Pelangsing Berbahaya

Paaket narkoba yang dibawa oleh kedua pegawai maskapai Lion Air itu juga diambil dari kediaman tersangka HF. Sementara istri dari HF yang berinisial BA berperan menyediakan tiket menuju Jakarta bagi kurir.

“Selanjutnya, kita tangkap juga pihak pemesan melalui proses control delivery di mana barang yang sudah dipesan diantarkan,” tuturnya.

“Selain itu ada 3 tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sedang kita kejar yaitu saudara Y, PP, dan E,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Arie mengatakan kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa 5 kilogram sabu, 1.841 butir ekstasi, ponsel, 2 baju karyawan maskapai Lion Air, dan 6 tas.

Di kesempatan yang sama, Direktur Keselamatan dan Keamanan Lion Air Iyus Susyanto menyerahkan proses hukum kedua pegawai kepada Bareskrim Polri.

“Kami menyerahkan semuanya terkait proses hukum yang akan dijalankan, terkait kejadian yang melibatkan karyawan kami,” jelasnya.

Ia juga memastikan bakal memberikan sanksi pemecatan terhadap seluruh karyawan Lion Air yang terbukti terlibat dalam kasus peredaran narkoba.

“Terkait dengan karyawan kami sendiri, kalau memang terbukti akan kami terminate, itu sudah pasti. Karena dari awal kami sudah punya komitmen pada saat kontrak, siapapun yang terlibat dengan narkoba tidak ada ampun,” tuturnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca