BANYAK Orangtua Kurang Edukasi Soal Pola Makan Bayi dan Anak

- Penulis

Minggu, 9 Januari 2022 - 23:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Problem stunting masih menjadi ancaman serius bagi kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Lantas apa yang menyebabkan Stunting pada anak ? Masyarakat harus tau, agar si buah hati tumbuh sempurna.

Dokter Ahli Pertama Puskesmas Terminal, Banjarmasin, dr. Vita Kartika Rakhma menjelaskan, stunting adalah proses akumulasi dari kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama dan terus menerus bagi anak.

Hal itu, karena tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah mengenai pentingnya pemeriksaan ANC (Antenatal Care) yang rutin saat kehamilan.

Kemudian, pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, karena pertumbuhan dan perkembangan anak sudah dimulai sejak di dalam rahim.

“Jadi pemenuhan kebutuhan gizi penting untuk dilakukan sejak kehamilan,” ucapnya, Minggu (9/1/2022).

Selain itu, masih kurangnya pengetahuan orangtua mengenai pemberian makan saat bayi dan anak yang benar.

Meliputi pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP ASI, dan pemberian makan untuk balita di atas usia 1 tahun.

“Contoh masih sering didapati balita usia 1 tahun, seharusnya sudah makan nasi/masakan rumahan, tapi masih diberikan bubur nasi.

Baca Juga :

SOAL STUNTING Jadi PR Terberat Dinkes Banjarmasin di 2022

“Pemberian MP ASI juga masih ada ibu yang memberikan makanan yang itu2 saja, misal pisang dikerok, atau bubur nasi, karena tidak tahu bahwa sebetulnya MP ASI ini bisa divariasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang optimal,” tambahnya.

Menurutnya, untuk menekan angka kasus stunting haruslah ada sinergitas yang kuat dari multisektoral.

“Tidak bisa kalau kesehatan saja, tapi intervensi sensitif seperti ketahanan pangan, kepesertaan JKN, ketersediaan air bersih, yang berperan pada 70 % penurunan stunting.”

Baca Juga :   KPK: Eks Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Tetap Dilarang ke Luar Negeri

Sementara disinggung, terkait apakah dampak pandemi juga ikut mempengaruhi angka stunting dr Vita tegas membantah.

“Selama pandemi gerakan posyandu tetap jalan, namun caranya saja yang berbeda. Kita melaksanakan jemput bola,” ujarnya.

“Tapi kadang keterbatasan sarpras jadi kendala kader saat berkeliling door to door, contohnya alat ukur tubuh, karena akibatnya bisa berdampak outliner,” pungkas dr Vita.

Meminjam data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, saat ini, angka stunting di Ibukota Provinsi Kalsel ini, mencapai 27,8 persen, atau di urutan nomor sembilan dari 13 kabupaten kota di Kalsel setelah kabupaten Tabalong dengan angka 28,2 persen.

Sedangkan Kalsel berada di urutan enam dari 34 Provinsi di Indonesia dengan angka 30 persen prevalensi balita stunted (tinggi badan menurut umur).

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi, menyebut perlunya kerjasama yang apik antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengatasinya.

Tahun 2022 ini, stunting masih menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk direalisasikan bagi seluruh SKPD Pemerintah Kota (Pemko).

“Dinkes tidak bisa melakukan sendiri dan tergantung dengan SKPD lain. Misalnya Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial,” Katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca