BANK KALSEL, OJK Dorong Ekonomi Daerah Wujudkan Ketahanan Pangan Bersama Pemda Provinsi dan Hulu Sungai Selatan

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 23:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi daerah, Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi & Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Dinas Pertanian melaksanakan program inovatif pertanian padi apung di wilayah Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Padi apung ini merupakan metode penanaman padi di lahan yang tergenang air dan telah terbukti efektif diterapkan di berbagai daerah.

Program ini tidak hanya menjadi solusi adaptif terhadap kondisi lahan, namun juga memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan hasil pangan, pengurangan risiko gagal panen, peningkatan pendapatan petani, hingga menjadi sarana pengembangan teknologi pertanian modern.

Sehingga, bermanfaat bagi para petani mendatang. Pada hari ini, 30 April 2025, panen padi apung dilaksanakan secara langsung di lokasi lahan pertanian di Desa Siang Gantung, Daha oleh sejumlah tokoh penting, yaitu Bupati HSS, dalam hal ini diwakili oleh Sekda Hulu Sungai Selatan (HSS), H. Muhammad Noor; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman; Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo; Kepala DJPB Prov Kalsel, Syafriadi; Deputi Kepala perwakilan Bank Indonesia, Bimo Epyanto; Kepala Dinas Pertanian HSS, H. Muhammad Noor dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh Camat Daha Barat, Kepala Desa Siang Gantung dan seluruh Masyarakat Desa Siang Gantung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel Samsir Rahman menyampaikan bahwa program padi apung merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi produksi di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Bank Kalsel dan OJK, yang telah berkontribusi dan mendukung inovasi pertanian ini, kemudian sebagai wujud sinergi dari segala pihak untuk turut serta mencipta swasembada pangan yang diarahkan oleh Presiden Indonesia agar mengembangkan dan menciptakan penanaman padi melalui padi apung yang di dukung penuh oleh Bank Kalsel,”ucap Syamsir.

Baca Juga :   GUBERNUR H Muhidin dan Bank KalseL Dikukuhkan Penerima TOP BUMD Awards 2025

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten HSS, H. Muhammad Noor turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel, OJK, dan Bank Indonesia atas dukungan dan kolaborasi yang terus terjalin dengan pemerintah daerah dalam mendorong
pengembangan perekonomian, khususnya di Kabupaten HSS.

“Terkait acara hari ini, tentu saya merasa bersyukur karena kita dapat menyaksikan kegembiraan dan keberhasilan para petani kita, khususnya di Desa Siang Gantung. Ini menandakan bahwa inovasi yang dilakukan tetap terjaga dan akan terus dikembangkan. Kegiatan ini bukan sekadar panen, tetapi juga
wujud nyata dari sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,”ungkap Muhammad.

Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk terus bersinergi dalam berbagai program yang mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Kami percaya bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Oleh karena itu, Bank Kalsel akan terus hadir memberikan dukungan, baik dari sisi pembiayaan maupun pendampingan, agar para petani dapat lebih produktif, mandiri, dan sejahtera,” ujar Fachrudin.

Di kesempatan berbeda, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti nyata peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Melalui panen perdana ini, kita berharap program budidaya padi apung dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan berbasis kolaborasi.

Program ini juga menjadi salah satu fokus dalam upaya transformasi sektor pertanian, khususnya melalui peningkatan akses keuangan bagi para petani,” pungkas Agus.(ADV/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANK KALSEL Perluas Layanan Syariah, Tiga KCPS Baru Dorong Inklusi Keuangan
DIUSULKAN Pemkab Balangan 1.634 pada Musrenbang dengan DPRD
DIHADIRI Ketua DPRD Musrenbang Balangan Perencanaan 2027
PERJALANAN 62 Tahun Bank Kalsel Melayani dan Menguatkan Ekonomi DaerahBank Kalsel
BANK KALSEL Matangkan Renstra 2026, Bidik Target RBB Tiga Tahun ke Depan
BANK KALSEL Perkuat Inklusi Keuangan, 968 Agen ADINK Jangkau Pelosok Kalsel
DIAPRESIASI DPRD Balangan Pembatasan Medsos Anak
BANK KALSEL 2026 Terima Penyertaan Modal untuk Jaga Posisi Saham Daerah
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca