SuarIndonesia – Jumlah pasien positif Covid-19 atau virus corona di Banjarmasin sudah tembus 102 kasus. Bahkan jumlah yang meninggal sudah mencapai 26 orang.
Melihat lonjakan kasus positif ini, Dinas Kesehatan (Dinkis) Banjarmasin harus melakukan langkah agresif, yaitu dengan melakukan rapid test secara massal Sabtu (1/05/2020).
Kepala Dinkes Banjarmasin yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid – 19, Machli Riyadi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapid test secara massal di enam pasar dan satu masjid.
“Sebagai tindak lanjut dari bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid – 19 di Banjarmasin hingga saat ini sudah sampai 102 orang. Dan tingginya angka kematian maka kami akan melakukan rapid test massal,” ucapnya, Jumat (15/05/2020).
Kegiatan yang didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel ini menyasar yakni Pasar Pekauman, Pasar Lokasi, Pasar Lama, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Binjai dan Masjid Al Jihad.
“Kegiatan secara keliling. Kami lakukan sejak pukul 8 pagi,” jelasnya.

Adapun untuk jumlah rapid test yang akan dilakukan sebanyak 1.500 pcs dengan jumlah tenaga kesehatan yang dikerahkan dibantu Biddokkes Polda Kalsel sebanyak 67 orang.
“Kegiatan rapid test massal ini dimaksudkan sebagai upaya maksimal penemuan OTG, “ jelas Machli.
Ia menjelaskan, dengan memaksimalkan penemuan orang tanpa gejala (OTG) tersebut maka diharapkan pula semakin cepat pula penanganan kasus virus mematikan ini guna memutus mata rantai penyebarannya.
“Semakin cepat kita menemukan CC (case confirmed) maka semakin cepat pula kita menanganinya dan tentunya akan berhasil memutus rantai penularan ini. Apabila warga mendukung dengan disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak serta menjaga kebersihan tangan setiap saat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Machli menjelaskan, temuan kasus dari hasil rapid test ini bisa saja banyak dan pihaknya bisa melakukan case confirmed secepat mungkin. Akan tetapi hal itu tak menjamin wabah ini bisa segera berakhir.
Sebab ujarnya, upaya yang dilakukan pihaknya tersebut akan menjadi sia-sia manakala masyarakat masih saja banyak yang tak disiplin.
“Penemuan kasus bisa saja maksimal tetapi belum menjamin terputusnya rantai penularan virus corona karena harus diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat.” ujarnya.
Oleh karena itu, Machli keterlibatan semua pihak untuk membantu memberikan pemahaman dan disiplin masyarakat sangat diperlukan saat ini.
“Untuk dapat merubah perilaku masyarakat diperlukan peran para tokoh tokoh agama tokoh masyarakat tokoh pemuda dan ketua ketua RT di seluruh Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















