Suarindonesia – Proyek pembuatan restoran terapung yang memerlukan dana sebesar Rp800 juta rupiah kini sudah mulai dikerjakan dengan tahap pengerjaan saat ini sudah sampai pada pemasangan tiang penambat di depan Siring Balaikota Banjarmasin.
Proyek kemitraan tanpa APBD tersebut ditarget selesai sebelum tanggal 24 september 2019 atau bertepatan pada hari jadi Kota Banjarmasin ke 493, proyek tersebut menggunakan dana iuran dari 25 koperasi sekunder di kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah dan Ketenagakerjaan, Drh H Priyo Eko Wusono mengatakan penggunaan dana anggaran pembangunan restoran terapung hanya menggunakan iuran dari koperasi dan tidak ada menggunakan dana APBD sedikitpun sampai pada tahapini

“Saat ini sudah masuk pada tahap pengerjaan pemasangan tiang penambat yang langsung ditancapkan ke dasar Sungai Martapura di Jalan RE Martadinata agar bertambat sempurna restoran terapung ini nantinya,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (8/3) disela senam sasirangan.
Meski tidak memakai APBD, Priyo optimis restoran terapung dapat selesai sesuai target dan menjadi salah satu kuliner baru di kota Banjarmasin yang keberadaannya mengapung diatas sungai Martapura tersebut.
Ia berharap seluruh koperasi di kota Banjarmasin konsisten dan aktif dalam melaksanakan iuran untuk membangun restoran terapung dengan tiap tiap koperasi dipintakan iuran sebanyak 5 juta rupiah per koperasi per satu kali iuran.
Priyo tidak bisa memastikan kapan iuran akan berhenti, “Yang jelas kita butuh 80p juta dan kita akan kumpulkan uang tersebut dari iuran koperasi ini nantinya serta akan kita maksimalkan untuk pembangunan restoran terapung,” demikian Proyo Eko.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















